comscore

Pandemi Momentum Investor Lirik Investasi Berkelanjutan Berbasis ESG

Gervin Nathaniel Purba - 07 Juli 2021 09:06 WIB
Pandemi Momentum Investor Lirik Investasi Berkelanjutan Berbasis ESG
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Jakarta: Pandemi covid-19 mengubah pola hidup masyarakat di seluruh dunia. Mulai dari cara bekerja, cara berinteraksi, gaya hidup, bahkan mengubah pandangan investasi. Pandemi ini mendorong investor untuk mulai melirik investasi berkelanjutan berbasis Environment, Social, and Governance (ESG).

Berdasarkan survei yang dilakukan PT BNP Paribas Assest Management, sudah banyak investor yang mulai peka terhadap isu perubahan iklim yang semakin nyata dampaknya. Survei ini melibatkan para investor yang menjadi bagian pada beberapa institusi, di Eropa.
Survei itu mencatat, para investor mulai melihat perubahan pola konsumer dan melihat kondisi pandemi ini menjadi pemicu para investor di Eropa untuk menerapkan investasi berbasis ESG. Hasil survei ini juga menunjukkan sebagian besar investor memperlihatkan kepedulian terhadap aspek sosial sebagai kontribusi poistif terhadap investasi dampak panjang.

"Dan melihatnya sebagai manajemen risiko," ujar Direktur & Head of Marketing & Product Development BNP Paribas Asset Management Maya Kamdani, dalam webinar Danamon Wealth Series bertajuk 'Investment for a Rapidly Changing World', yang diselenggarakan oleh IDM, bagian dari Media Group, Selasa, 6 Juli 2021.

Makna ESG

Maya menjelaskan ESG merupakan salah satu pola investasi yang berfokus pada perusahaan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Berkelanjutan yang dimaksud yakni perusahaan tidak melibatkan diri dalam bisnis yang bisa menimbulkan kontroversi, kepedulian terhadap lingkungan, tidak terlibat praktik korupsi, dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM).

Sementara dari sisi tanggung jawab, perusahaan menunjukkan kepedulian tinggi terhadap isu lingkungan, kesejahteraan sosial, dan menerapkan Good Corporate Governance (GCG). Tren investasi berbasis ESG, kata Maya, sebetulnya sudah berlangsung cukup lama di Eropa, dimulai pada 2002.

Lalu tren ini menyebar ke Amerika Serikat (AS), Jepang, dan Australia. Sementara di Asia, termasuk di Indonesia, baru dibicarakan dalam beberapa tahun belakangan. "Ini sebetulnya sudah diperkenalkan di pasar modal oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2017, lewat peraturannya untuk keuangan berkelanjutan (sustainable finance)," kata Maya.

Sedangkan BNP Paribas Asset Management, klaimnya, sudah meluncurkan reksa dana pertama yang sifatnya social Responsibility Investment (SRI). Lalu, perusahaan meluncurkan reksa dana pertamanya yang menggabungkan aspek syariah dan ESG di Indonesia pada 2016. Produk reksadana ini juga sudah tersedia di Bank Danamon.

Pertumbuhan yang signifikan

Sementara itu, Market Strategist and Advisory Head PT Bank Danamon Indonesia Tbk Felix Chandra mencatat, minat investor terhadap investasi berbasis ESG menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan. Hal ini bisa dilihat dari pengelolaan dana dari investasi, atau asset under management untuk produk berbasis ESG sebesar Rp12 triliun pada 2012.

"Untuk tahun ini, totalnya mencapai Rp42 triliun. Artinya, investor melihat ini sebagai investasi yang menarik. Diperkirakan bisa melewati angka Rp100 triliun ke depan," ujar Felix.

Indonesia bukan menjadi yang terdepan dalam kaitannya dengan investasi berbasis ESG. Namun, menurut Felix, Indonesia sudah berada di jalur yang sama. Terlebih, pemerintah juga mendukung dengan adanya komitmen perubahan iklim pada 2025 dan sustainable finance yang sudah ditetapkan oleh OJK pada 2017.

"Dari pasar modal, seluruh emiten wajib menyerahkan laporan ESG tahun depan. Kita bisa melihat, bahwa ESG salah satu faktor penting dalam investasi ke depan," pungkasnya.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id