comscore

Tekanan Saham Teknologi hanya Sementara

Antara - 26 Mei 2022 19:09 WIB
Tekanan Saham Teknologi hanya Sementara
Saham teknologi. Foto: GOTO.
Jakarta: Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) David E. Sumual menilai kenaikan di sejumlah saham emiten sektor teknologi didorong oleh optimisme ekonomi digital Indonesia bisa tumbuh dan sebagian investor yang menilai fundamental perusahaan teknologi cukup baik.

"Memang dari profitabilitas masih banyak yang belum positif. Investor saat ini sudah melihat fundamental perusahaan sektor teknologi yang solid. Saat ini investor pasar modal mencari emiten yang memiliki fundamental kuat dan memiliki bisnis yang masih terbuka lebar," ujar David dikutip dari Antara, Kamis, 26 Mei 2022.
Setelah mengalami tekanan, saham emiten sektor teknologi kembali menunjukkan ‘tajinya’. Misalnya saja saham Bukalapak yang pada penutupan Rabu, 25 Mei 2022 lalu mengalami kenaikan menjadi Rp282 per saham.

Selain itu, saham PT. GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Jika pada pekan lalu harga sahamnya sempat tertekan hingga Rp190 per saham, pada penutupan kemarin emiten yang memiliki kode bursa GOTO itu sudah mencapai Rp304 per saham.

Namun tak semua emiten teknologi mengalami kenaikan. Pada penutupan perdagangan saham kemarin, PT. Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) dan PT. Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) terus mengalami penurunan. Bahkan, tekanan jual saham emiten tersebut menyentuh Auto Rejection Bawah (ARB).

David mengatakan saat ini siklus bisnis perusahaan teknologi baik global, regional, maupun Indonesia memang lagi kurang menguntungkan. Hal itu disebabkan  sentimen kenaikan suku bunga oleh The Fed. Bahkan suku bunga The Fed diperkirakan akan terus dikatrol hingga 3,5 persen.

Sebelumnya pada saat suku bunga The Fed nol persen, perusahaan startup dan teknologi mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

David menilai investor pasar modal tak perlu khawatir untuk berinvestasi di emiten teknologi. Selama perusahaan teknologi tersebut masih bisa meningkatkan arus kas, usahanya masih berjalan sangat bagus, dan emiten tersebut masih dapat membuat ekosistemnya tumbuh, tentu prospek saham emiten teknologi masih menjanjikan.

"Jika emiten tersebut memiliki fundamental yang kuat, harga sahamnya bisa berpotensi membaik. Jika fundamental jelek, tentunya akan terjadi seleksi alam. Semua perusahaan teknologi yang IPO di BEI memiliki prospek harga saham kembali naik. Siklus bisnis yang terjadi di perusahaan digital adalah konsolidasi," kata David.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id