comscore

Fintech Meningkatkan Akses Keuangan Masyarakat

Husen Miftahudin - 19 Januari 2022 22:38 WIB
<i>Fintech</i> Meningkatkan Akses Keuangan Masyarakat
Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Jakarta: Ketua Harian Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah mengatakan kehadiran teknologi finansial atau financial technology (fintech) semakin meningkatkan akses keuangan dan kemandirian finansial, yang pada akhirnya mampu mewujudkan pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Kami optimis bahwa pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi dalam industri jasa keuangan, khususnya fintech, akan memberikan nilai tambah dalam meningkatkan akses keuangan dan kemandirian finansial masyarakat," ujar Kuseryansyah dalam keterangan resminya, Rabu, 19 Januari 2022.
Menurutnya, fintech juga telah memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional. Bahkan, industri fintech Tanah Air menyumbang catatan positif terhadap pertumbuhan ekonomi, dengan kontribusi sebesar 0,45 persen dan menyumbang pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar lebih dari Rp60 triliun.

Ekosistem pendukung fintech

Sementara itu, Chairwoman Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) Asih Karnengsih mengatakan fintech bukan hanya terkait kredit, pinjaman, pendanaan, dan lain-lain, tetapi juga menyangkut ekosistem pendukungnya seperti blockchain.

Belakangan ini, sebut dia, bitcoin, kripto, decentralized finance, serta NFT juga memberikan kontribusi saat pandemi covid-19. Ia pun mengamini pernyataan Kuseryansyah bahwa perusahaan fintech menjadi penopang di era digitalisasi.

"Bahkan, fintech juga mampu mengangkat perekonomian dan menyejahterakan masyarakat Indonesia di saat pandemi. Dalam hal ini, fintech dapat mengambil peran dalam proses pemulihan ekonomi," tegas Asih.

Di sisi lain, Pemimpin Redaksi Duniafintech.com Gemal A.N. Panggabean mengungkapkan muka fintech di mata masyarakat sedikit tercoreng karena menjamurnya fintech-fintech ilegal yang tidak terdaftar dan berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Edukasi bisa memerangi pinjol

Terkait hal ini, ia meminta agar seluruh stakeholder bertanggung jawab untuk memberikan edukasi dengan komunikasi yang efektif dan efisien. Langkah tersebut dinilai dapat memerangi praktik pinjaman online (pinjol) ilegal yang kian menjamur di tengah pandemi.

"Jika pinjol ilegal ditindak, maka fintech legal dan berprestasi harus diberi apresiasi. Maka dari itu, Duniafintech Awards diharapkan dapat membangkitkan semangat para stakeholder fintech dan  ekosistemnya sehingga bisa bersemangat memberikan edukasi lebih kepada masyarakat," tegas dia.

Ia menekankan edukasi ini penting juga untuk memerangi fintech ilegal, sehingga masyarakat tidak terbebani dengan pinjol ilegal. "Edukasi dilakukan agar dapat membedakan antara fintech resmi dengan ilegal, karena ini merupakan tanggung jawab moral kita," jelas Gemal.

Duniafintech Awards mencatat ada sepuluh perusahaan digital yang dinilai berhasil mengangkat kesejahteraan masyarakat di era pandemi melalui fintech. Penghargaan diberikan kepada fintech resmi yang berizin di OJK dan telah bekerja keras membantu pemulihan ekonomi nasional.

Sepuluh perusahaan tersebut yaitu Akulaku Finance (Fintech BNPL/Buy Now Pay Later Terbaik), Akseleran (Fintech Produktif Terbaik), Kredit Pintar (Fintech Dana Tunai Terbaik), Indodax (Startup Aset Kripto Terbaik), Lifepal (Insurtech Terbaik), Modalku(Fintech dengan Pinjaman UMKM Terbaik), Xendit (Startup Payment Gateway Terbaik), Finantier (Startup Open Finance Terbaik), Paper.id (Fintech Paling Inovatif), serta Nobi (Platform Trading Paling Inovatif).

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id