Terdampak Covid-19, Pendapatan Astra International Turun 23%

    Annisa ayu artanti - 29 Juli 2020 19:58 WIB
    Terdampak Covid-19, Pendapatan Astra International Turun 23%
    PT Astra International Tbk. Foto: Dok. Astra
    Jakarta: PT Astra International Tbk mencatat penurunan kinerja keuangan perusahaan akibat pandemi covid-19.

    "Kinerja bisnis dan keuangan Grup Astra sangat terdampak secara signifikan akibat pandemi covid-19, terutama pada kuartal kedua," kata Presiden Direktur Astra International Djony Bunarto Tjondro dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 29 Juli 2020.

    Tercatat, pendapatan bersih konsolidasian Grup Astra pada semester pertama 2020 sebesar Rp89,8 triliun. Capaian ini menurun 23 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp116,18 triliun.

    Penurunan pendapatan ini juga berimbas pada penurunan laba bersih perusahaan sebesar 44 persen menjadi Rp5,5 persen. Namun, karena terdapat penjualan saham Bank Permata pada periode ini, Grup Astra membukukan laba bersih Rp11,4 triliun, meningkat 16 persen dibandingkan dengan semester pertama 2019 yang sebesar Rp9,8 triliun.

    Nilai aset bersih per saham pada 30 Juni 2020 juga meningkat tiga persen menjadi sebesar Rp3.773 dibandingkan nilai aset bersih per saham pada 31 Desember 2019.

    "(Penurunan kinerja) Terutama karena penurunan kinerja divisi otomotif, alat berat dan pertambangan, dan jasa keuangan, yang disebabkan oleh dampak pandemi covid-19 dan langkah-langkah penanggulangannya," ucapnya.

    Pada kuartal kedua 2020, operasi Grup Astra mengalami gangguan yang signifikan. Dari tujuh kegiatan usaha yang dijalankan Group Astra hanya dua yang menunjukkan performa positif.

    Bisnis otomotif menjadi bisnis yang terdampak paling besar. Tercatat laba bersih bisnis ini turun 79 persen dari Rp3,46 triliun menjadi hanya Rp716 miliar pada paruh pertama 2020.

    Kemudian, bisnis yang terdampak berikutnya adalah bisnis teknologi informasi. Bisnis ini mencatatkan penurunan laba bersih mencapai 64 persen. Dari Rp44 miliar pada semester I-2019 menjadi Rp16 miliar pada semester I-2020.

    Selanjutnya, bisnis jasa keuangan dan bisnis alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi. Masing-masing bisnis tersebut mengalami penurunan 25 persen dan 29 persen.

    Laba bisnis jasa keuangan menurun dari Rp2,82 triliun menjadi Rp2,1 triliun. Sedangkan bisnis alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi turun dari Rp3,33 triliun menjadi Rp2,37 triliun.

    Sementara yang bisnis Group Astra yang mengalami performa positif adalah bisnis agribisnis dan properti. Keduanya tumbuh positif sebesar 791 persen dan 122 persen.

    Tercatat, bidang bisnis agribisnis menyumbang laba bersih sebesar Rp312 miliar, meningkat dari sebelumnya hanya Rp35 miliar. Sementara bisnis properti juga meningkat dari Rp32 miliar menjadi Rp71 miliar.

    Lebih lanjut, Djony juga mencatat, kas bersih tidak termasuk anak perusahaan jasa keuangan Grup Astra, mencapai Rp1,4 triliun pada 30 Juni 2020,

    Djony juga menambahkan, di setiap bisnis Grup Astra, tingkat utang dan posisi likuiditas dipantau dengan cermat dan langkah-langkah untuk mengurangi risiko operasional dan keuangan dilakukan. Berbagai tindakan juga diambil untuk mengelola biaya dan menjaga tingkat kas, termasuk mengurangi belanja modal dan mengelola modal kerja.

    "Selama masa yang penuh tantangan ini dengan gangguan bisnis dan ketidakpastian, Grup Astra fokus secara khusus pada pengurangan biaya operasional dan belanja modal, pengelolaan modal kerja, dan kepastian likuiditas," ujarnya.

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id