Minna Padi Teruskan Proses Likuidasi 6 Produk Reksa Dana

    Angga Bratadharma - 23 Juni 2020 14:08 WIB
    Minna Padi Teruskan Proses Likuidasi 6 Produk Reksa Dana
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
    Jakarta: PT Minna Padi Aset Manajemen (MPAM) meneruskan proses pembubaran dan likuidasi enam produk reksa dana sesuai perintah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Keenam produk itu yakni Reka Dana Minna Padi Keraton II, Property Plus, Pasopati Saham, Pringgondani Saham, Amanah Saham Syariah, dan Hastinapura Saham.

    Guna menjalankan kewajibannya, manajemen MPAM telah mengirim surat kepada OJK pada 27 Mei 2020 dengan Surat No. 075/CM-DIR/MPAM/V/2020 perihal Tanggapan Atas Surat OJK Nomor S-484/PM.21/2020. Surat ini tentang kemungkinan dijalankannya proses pembagian hasil likuidasi tahap II kepada seluruh nasabah pemegang unit penyertaan.

    "Kami mengesampingkan dulu kendala atas penyerapan sisa saham yang belum terjual. Nasabah inkind akan menerima pembagian tunai dengan membagi seluruh net cash yang ada dalam reksa dana secara proporsional," ungkap manajemen MPAM, dikutip dari keterangan tertulisnya, Selasa, 23 Juni 2020.

    Sementara nasabah inkind akan menerima pembagian hasil likuidasi dalam bentuk saham. Namun hingga saat ini pihak OJK belum membalas surat tersebut untuk memberikan tanggapan maupun arahan terkait skema yang diusulkan tersebut.

    Selanjutnya pihak manajemen MPM kembali mengirimkan surat kepada OJK pada 11 Juni 2020 dengan Surat No. 075/CM-DIR/MPAM/V/2020 perihal Permohonan Persetujuan Pelaksanaan Lelang Terbuka Sisa Saham Hasil Likuidasi.

    "Sebagai bentuk upaya mencari solusi atas kendala yang dihadapi dalam proses pembubaran dan likuidasi reksa dana, kami tengah meminta persetujuan OJK untuk menjalankan proses lelang terbuka di luar mekanisme bursa efek yaitu penjualan saham melalui balai lelang independen yang ditunjuk," ungkap manajemen MPAM.

    Hal ini dilakukan untuk mencapai harga penjualan terbaik atas sisa saham dalam portofolio reksa dana. Mengingat upaya penjualan melalui mekanisme bursa efek terkendala sedikitnya dan/atau tidak adanya penawaran beli di pasar reguler maupun pasar negosiasi.

    "Sementara penyerapan sisa saham oleh MPAM, pihak terafiliasi dan pemegang saham dengan menggunakan kemampuan finansial yang dimiliki saat ini tidak disetujui oleh OJK," ungkap manajemen MPAM.

    Kemudian, proses lelang terbuka ke publik akan mengikuti seluruh syarat dan tata cara yang berlaku umum dalam proses lelang. Sehingga tercipta keterbukaan informasi kepada para pihak yang berkepentingan demi tercapainya asas transparansi dan akuntabilitas.

    Hal ini sebagai ikhtiar MPAM untuk percepatan penyelesaian proses pembubaran dan likuidasi reksa dana. Sehingga hak para nasabah pemegang unit penyertaan dapat segera dibagikan baik untuk nasabah yang memiliki inkind maupun nasabah yang memiliki opsi tunai.

    "Manajemen MPAM selalu berkomitmen untuk memberikan solusi yang terbaik atas proses pembubaran dan likuidasi reksa dana dengan tetap memperhatikan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku," pungkas manajemen MPAM. 



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id