Ini Lho Biang Kerok yang Bikin Rupiah Rontok

    Husen Miftahudin - 01 Desember 2021 16:47 WIB
    Ini Lho Biang Kerok yang Bikin Rupiah Rontok
    Ilustrasi. Foto: dok MI/Pius Erlangga.



    Jakarta: Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini melemah akibat sejumlah ancaman global seperti tapering Federal Reserve yang lebih cepat dari rencana, kenaikan inflasi di AS, hingga varian baru Omicron covid-19.

    "Dalam perdagangan sore ini, rupiah ditutup melemah 16 poin walaupun sebelumnya sempat melemah 25 poin di level Rp14.348 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp14.332 per USD," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 1 Desember 2021.

     



    Ibrahim menjelaskan pelaku pasar mencerna tanda-tanda dari Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell jika bank sentral akan membahas penyelesaian pengurangan aset (tapering) lebih cepat dari yang direncanakan. Powell bilang, The Fed akan membahas apakah akan mengakhiri tapering beberapa bulan lebih awal dari yang dijadwalkan dalam pertemuannya di akhir bulan.

    Pernyataan Powell tersebut dianggap menyimpang dari langkah yang seharusnya dilakukan bank sentral terhadap kenaikan inflasi yang tinggi di AS. Wakil Ketua Fed Richard Clarida mengaku tidak senang dengan realisasi inflasi yang berada di atas target bank sentral dua persen, penurunan inflasi aktual akan menjadi penting untuk menjaga ekspektasi berlabuh di dekat tujuan Fed.

    Varian omicron

    Di sisi lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan agar tidak memberlakukan larangan perjalanan menyeluruh, yang telah diterapkan oleh beberapa negara. Penelitian kemanjuran vaksin saat ini terhadap varian baru juga terus berlanjut.

    WHO mengkategorikan varian Omicron sebagai Variant of Concern (VoC). Bahkan kabar terbaru, yakni Bos Moderna Stephane Bancel mengatakan Omicron lebih kebal terhadap vaksin covid-19 yang beredar saat ini.

    Bancel pun akan membuka opsi memodifikasi vaksin saat ini. Sebab jumlah mutasi pada lonjakan protein yang digunakan virus menginfeksi sel tinggi. Namun, Bancel menekankan bahwa butuh waktu berbulan-bulan untuk mengembangkan dan mengirimkan vaksin khusus Omicron.

    "Di seberang Atlantik, anggota Komite Kebijakan Moneter Bank of England Catherine Mann mengatakan varian baru Omicron covid-19 dapat merusak kepercayaan konsumen, yang pada gilirannya melemahkan pemulihan ekonomi," tutur Ibrahim.

    Dari sisi domestik, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami inflasi atau kenaikan harga sebesar 0,37 persen secara bulanan pada November 2021. Sementara, secara tahun berjalan dan tahunan, masing-masing inflasi 1,3 persen dan 1,75 persen.

    "Realisasi inflasi ini merupakan yang tertinggi sepanjang 2021, baik secara bulanan maupun tahunan," tuturnya.

    Data manufaktur Indonesia

    Selain itu, data PMI manufaktur di Indonesia masih berada di fase ekspansif selama tiga bulan berturut-turut. Sektor manufaktur melanjutkan pemulihan seiring penurunan kasus covid-19, terutama varian Delta. Adapun PMI Manufaktur Indonesia berada di level  53,9  pada November 2021,  jauh lebih rendah dibandingkan yang tercatat di Oktober 2021 sebesar 57,2.

    "Kendati melemah, PMI Indonesia di November masih memperpanjang tren level di atas 50, atau zona ekspansif, selama tiga bulan terakhir. Tahap ekspansif sektor manufaktur ditandai oleh angka PMI yang berada di atas 50," jelas Ibrahim.

    Adapun mengutip data Bloomberg pada penutupan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap USD melemah ke level Rp14.346 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah 14 poin atau setara 0,10 persen dari posisi Rp14.332 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.

    Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah juga berada di zona merah pada posisi Rp14.350 per USD. Rupiah melemah sebanyak 35 poin atau setara 0,24 persen dari Rp14.315 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

    Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.353 per USD atau turun 33 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.320 per USD.

    "Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.330 per USD hingga Rp14.380 per USD," pungkas Ibrahim.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id