Realisasi Program PEN BTN Capai Lebih dari Rp18 Triliun

    Ade Hapsari Lestarini - 07 Oktober 2020 20:22 WIB
    Realisasi Program PEN BTN Capai Lebih dari Rp18 Triliun
    Foto: dok BTN.
    Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk telah menyalurkan dana negara melebihi target komitmen untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), kendati berada di tengah pandemi.

    BTN dapat memenuhi komitmen kontribusi perseroan pada program PEN. Hingga September 2020, perseroan telah menyalurkan dana PEN mencapai Rp18,15 triliun yang telah dimanfaatkan oleh sekitar 60 ribu debitur. Catatan positif tersebut membuat perseroan kembali dipercaya pemerintah dengan tambahan penempatan dana negara sebesar Rp5 triliun.

    "Kondisi pandemi ini menjadi momentum bagi kami untuk terus berinovasi dan menggelar perbaikan sehingga dapat tetap mencatatkan kinerja positif. Secara keseluruhan, kinerja kami saat ini sesuai dengan rencana target yang kami canangkan," jelas Pahala di Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2020.

    Kinerja ini tercermin dari Dana Pihak Ketiga (DPK) BTN yang mencatatkan pertumbuhan sekitar 18,7 persen yoy pada kuartal III-2020. Kondisi likuiditas yang terjaga tersebut juga tercermin dari posisi Loan to Deposit Ratio (LDR) bank berkode emiten BBTN yang berada di level sekitar 93,26 persen per September 2020.

    Menurut dia BTN tetap memerhatikan asas kehati-hatian dalam penyaluran kredit sehingga dapat menjaga rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) nett di level sekitar 2,26 persen per September 2020.

    Sementara itu, BTN juga telah meraih berbagai sertifikasi sejalan dengan komitmen perseroan mengedepankan Good Corporate Governance (GCG). Di antaranya, BTN meraih sertifikat SNI ISO 37001:2016 dalam bidang kredit komersial (commercial lending) dan bidang pengadaan (procurement).

    ISO 37001:2016 merupakan standar internasional yang mengatur Sistem Manajemen Anti Penyuapan (Anti Bribery Management System). Sertifikasi yang diperoleh BTN tersebut  menegaskan komitmen kepatuhan BTN terhadap implementasi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 yang mengatur tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.

    "Sertifikat SNI ISO 37001:2016 sangat berarti bagi BTN dalam melakukan transformasi perusahaan menuju The Best Mortgage Bank in South East Asia yang kita targetkan pada 2025," kata Pahala.

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id