Strategi OJK Capai Target 90% Inklusi Keuangan

    Husen Miftahudin - 15 Oktober 2020 21:39 WIB
    Strategi OJK Capai Target 90% Inklusi Keuangan
    Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara. Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah.
    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) punya beberapa strategi untuk mencapai target tingkat inklusi keuangan sebesar 90 persen pada 2024. Strategi tersebut utamanya dilakukan dengan meningkatkan sinergi bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, hingga e-commerce.

    Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara membeberkan sinergi pertama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dalam hal ini, Kemendagri mengeluarkan edaran untuk mendorong tim percepatan inklusi keuangan di seluruh Indonesia.

    Melalui surat edaran tersebut, Kemendagri meminta pemerintah daerah untuk membentuk Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan menyusun anggaran untuk berbagai program inklusi keuangan bagi masyarakat daerah tersebut.

    "Kementerian Dalam Negeri juga mengarahkan pemerintah daerah supaya semua dinas terkait membantu pencapaian target inklusi keuangan ini," ujar Tirta dalam keterangan pers kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2020 secara virtual di Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2020.

    Selain itu OJK juga bersinergi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mendorong dinas-dinas pendidikan daerah membuka rekening untuk siswa. Hal ini sejalan dengan program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) yang digagas OJK.

    Terkait ini, OJK juga menggandeng Kementerian Agama (Kemenag) untuk mendorong setiap santri di Indonesia akan memiliki rekening tabungan. Oleh karena itu, program Kejar ini diharapkan dapat semakin mendorong budaya menabung sejak dini.

    "Ini penting sekali sehingga mereka yang ada di daerah tidak hanya mendengar dari kita, tapi juga dari yang lainnya karena sudah mendapat arahan dari pusat," sebut dia.

    Tirta mengungkapkan, pada 2017 pihaknya melakukan kajian terhadap efektivitas strategi nasional keuangan inklusif yang telah dilakukan selama ini. Dari kajian tersebut, ditemukan empat aspek yang perlu ditingkatkan dan diperbaiki, yaitu audiens, tema program, sektoral, dan regional.

    Soal audiens, hasil evaluasi menunjukkan bahwa setiap kelompok membutuhkan produk produk keuangan yang berbeda-beda, sehingga materi edukasi untuk keuangan yang diberikan juga harus berbeda. OJK bahkan me-rebranding maskot OJK lantaran setiap program punya segmen yang berbeda.

    Untuk tematik, program-program OJK yang akan dimasukkan ke dalam sekolah juga harus berbeda. Sekolah umum misalnya, bisa dilakukan dengan cara memperkenalkan konsep uang, tabungan, dan sebagainya.

    "Kalau sektoral, itu butuh apa. Kalau milenial bisa diperkenalkan pasar modal, saham, dan reksa dana. Kalo petani sektornya perbankan dan asuransi. Sementara untuk regional kita punya catatan, kita di mana sih tingkat inklusi yang kita perlu dorong lagi," pungkas Tirta.

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id