Strategi Digitalisasi Ekonomi BI Diyakini Percepat Pemulihan Ekonomi

    Husen Miftahudin - 06 April 2021 21:24 WIB
    Strategi Digitalisasi Ekonomi BI Diyakini Percepat Pemulihan Ekonomi
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id



    Jakarta: Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Kartika Wirjoatmodjo mendukung penuh langkah Bank Indonesia (BI) dalam mendorong akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional untuk mempercepat pemulihan ekonomi.

    Adapun langkah yang dilakukan melalui pengembangan infrastruktur sistem pembayaran ritel seketika (real time) dan tersedia sepanjang waktu (24/7), BI FAST, serta penyusunan Standar Open Application Programming Interfaces (Open API) Pembayaran bagi para pelaku industri.






    Kedua inisiatif tersebut merupakan implementasi dari Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025 (BSPI 2025) dalam menyediakan infrastruktur sistem pembayaran ritel yang cepat serta mewujudkan industri penyelenggara sistem pembayaran yang inovatif, kolaboratif, dengan standar keamanan yang tetap terjaga.

    Pada akhirnya, diharapkan masyarakat  dapat menikmati jasa sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal di era digital guna mendukung berbagai aktivitas perekonomiannya.

    "Hal ini sudah tentu sangat membantu inklusi ekonomi dan keuangan, serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional," ujar Kartika dalam rangkaian kegiatan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) yang diselenggarakan secara virtual, Selasa, 6 April 2021.

    Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu mengakui kondisi pandemi covid-19 semakin memicu akselerasi digital, termasuk pada sektor keuangan dan perbankan. Kondisi ini mengakibatkan berubahnya kebiasaan masyarakat yang lebih menggemari transaksi digital yang lebih cepat, mudah, murah, aman, dan andal.

    Selama 2020, sebutnya, volume transaksi digital banking mencapai 513,7 juta transaksi atau tumbuh 41,5 persen (yoy). Sementara nilai transaksi digital banking mencapai sebesar Rp2.774,5 triliun atau meningkat 13,90 persen (yoy).

    "Di sektor perbankan pun mengalami transformasi dari close banking menuju open banking yang mendorong keterbukaan dan kolaborasi digital dengan berbagai pelaku ekosistem industri lainnya, mencakup fintech, e-commerce, ride hailing, dan ekosistem digital lainnya. Oleh karena itu visi BSPI 2025 yang dibentuk oleh BI merupakan sebuah langkah strategis untuk membawa sistem pembayaran Indonesia menjadi makin kompetitif," ucapnya.

    Kartika bilang bahwa Standar Open API Pembayaran diperlukan untuk mempercepat kolaborasi sistem pembayaran digital dalam menumbuhkan berbagai sektor ekonomi, khususnya ekonomi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) serta meningkatkan peredaran uang (money velocity) di Indonesia terutama dalam platform digital.

    "Kami menyambut gembira hasil kerja ASPI (Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia) melalui grup nasional Standar Open API Pembayaran yang telah berhasil menyelesaikan dokumen spesifikasi teknis Open API dan dokumen pedoman umum Open API yang akan menjadi rujukan bagi para penyelenggara jasa sistem pembayaran baik bank maupun non bank di Indonesia," tutur dia.

    Kartika juga menyambut baik implementasi BI FAST yang merupakan terobosan sistem pembayaran ritel dan beroperasi 24/7. BI FAST diharapkan dapat mengakselerasi transaksi digital yang semakin masif, cepat, dan efisien antara penyelenggara jasa sistem pembayaran.

    Namun demikian, ia tak memungkiri adanya tantangan bagi perbankan dalam mempersiapkan aspek teknis untuk mengadopsi BI FAST. Seluruh bank, baik bank BUKU I hingga BUKU IV, akan mengalami kendala dalam mengimplementasi infrastruktur sistem pembayaran ritel seketika (real time) dan tersedia sepanjang waktu ini.

    "Kami di Perbanas tentu berharap implementasinya dapat dilakukan dalam kerangka arsitektur yang memudahkan integrasi dan koneksi pada sistem BI FAST secara lebih efisien," pungkas Kartika.
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id