Sepekan, Dana Asing Mengalir Deras Rp4,04 Triliun di Pasar Keuangan RI

    Husen Miftahudin - 23 Oktober 2020 19:48 WIB
    Sepekan, Dana Asing Mengalir Deras Rp4,04 Triliun di Pasar Keuangan RI
    Ilustrasi capital inflow - - Foto: MI/ Ramdani
    Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat dana-dana asing kembali membanjiri pasar keuangan domestik selama sepekan. Berdasarkan data transaksi 19-22 Oktober 2020, dana-dana dari investor asing (nonresiden) di pasar keuangan domestik mengalir (beli neto/capital inflow) sebesar Rp4,04 triliun.

    Mengalirnya modal asing ke pasar keuangan domestik ini ditopang oleh derasnya pembelian di pasar Surat Berharga Negara (SBN), dengan catatan inflow sebesar Rp4,98 triliun. Sementara dana asing di pasar saham justru minggat (jual neto) sebanyak Rp0,94 triliun.

    "Berdasarkan data setelmen selama 2020 secara year to date (ytd), nonresiden di pasar keuangan domestik (masih tercatat) jual neto sebesar Rp160,56 triliun," ungkap Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko yang tertuang dalam perkembangan indikator stabilitas nilai rupiah, Jumat, 23 Oktober 2020.

    Adapun premi risiko atau credit default swap (CDS) Indonesia lima tahun relatif stabil di 93,91 per 22 Oktober 2020 dari 93,22 bps per 16 Oktober 2020. CDS merupakan indikator untuk mengetahui risiko berinvestasi di SBN. Semakin besar skor CDS, maka risiko berinvestasi di SBN juga semakin tinggi. Sebaliknya jika skor semakin kecil, maka risiko investasinya juga semakin rendah.

    Banjirnya aliran dana asing di pasar keuangan domestik sempat membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami pelemahan. Dari Rp14.640 per USD pada penutupan perdagangan Kamis, 22 Oktober 2020 menjadi Rp14.650 per USD per Jumat pagi, 23 Oktober 2020.

    Namun pelemahan mata uang Garuda tersebut tak bertahan lama, rupiah bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan akhir pekan ini. Pada penutupan perdagangan, rupiah stagnan.

    Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup tak ada pergerakan dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya, yakni berada di posisi Rp14.660 per USD. Adapun rentang gerak harian rupiah berada di level Rp14.655 per USD sampai Rp14.707 per USD.

    Menukil data Yahoo Finance, rupiah justru berada di jalur hijau pada posisi Rp14.650 per USD. Rupiah menguat sebanyak 45 poin atau setara 0,31 persen dari Rp14.695 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

    Sedangkan berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.738 per USD atau melemah sebanyak 41 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.697 per USD.

    Bank Indonesia, tegas Onny, akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

    "Serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," tutup Onny.  

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id