comscore

Rupiah Pagi Keok ke Posisi Rp14.728/USD

Husen Miftahudin - 15 Juni 2022 09:37 WIB
Rupiah Pagi Keok ke Posisi Rp14.728/USD
Ilustrasi. Foto: dok MI/Ramdani.
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan pagi ini lagi-lagi mengalami pelemahan. Ini karena investor bersiap untuk kenaikan suku bunga Federal Reserve yang agresif dan kemungkinan resesi.

Mengutip data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp14.728 per USD. Angka tersebut merosot sebanyak 29 poin atau setara 0,20 persen dari Rp14.699 per USD pada perdagangan hari sebelumnya.
Rupiah berada pada rentang Rp14.709 per USD sampai Rp14.731 per USD dengan year to date (ytd) return 3,26 persen. Sedangkan menukil data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.725 per USD.

Sementara itu, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta melemah 31 poin atau 0,21 persen ke posisi Rp14.730 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.699 per USD.

Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta melemah juga melemah sebanyak 68 poin atau 0,46 persen ke posisi Rp14.750 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.682 per USD.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan perdagangan hari ini mata uang rupiah dibuka berfluktuatif. Namun demikian, mata uang Garuda tersebut akan ditutup melemah.

"Mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.680 per USD sampai Rp14.730 per USD," jelas Ibrahim dalam analisis hariannya, dikutip Rabu, 15 Juni 2022.

Dijelaskan lebih lanjut, penguatan dolar baru-baru ini mengikuti rilis indeks harga konsumen AS Mei yang melonjak ke level tertinggi selama empat dekade 8,6 persen pada tahun ini dan menyebabkan para pedagang memperkirakan kenaikan suku bunga yang lebih agresif karena Federal Reserve berjuang untuk mengatasi hal-hal yang tidak terduga.

Menurut Ibrahim, pasar telah bergegas untuk bertaruh pada kenaikan cepat setelah pembacaan inflasi yang tak terduga. Kenaikan suku bunga 75 basis poin berturut-turut pada Juni dan Juli mendekati harga penuh, mengirimkan gelombang kejutan di seluruh kelas aset.

Prospek kenaikan lebih lanjut oleh Federal Reserve dalam waktu dekat telah mengakibatkan imbal hasil Treasury 2-tahun naik dengan kuat, menjadi saat ini berdiri di 3,3091 persen. Hasil 10-tahun di bawah itu, pada 3,3050 persen, sebuah inversi yang biasanya dilihat sebagai tanda resesi yang akan datang.

Tingkat pengangguran Inggris naik pada Mei karena jumlah orang yang mengklaim tunjangan pengangguran turun kurang dari yang diharapkan, meskipun tingkat pekerjaan secara keseluruhan terus meningkat.

"Ini ditambah dengan penurunan PDB April, menunjukkan BoE akan berjuang untuk menjinakkan inflasi yang melonjak tanpa mendorong ekonomi negara itu ke dalam resesi," pungkasnya.

(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id