comscore

Bos BI Akui Program Ini Perkuat Ketangguhan Unicorn Lokal

Husen Miftahudin - 21 Desember 2021 11:41 WIB
Bos BI Akui Program Ini Perkuat Ketangguhan <i>Unicorn</i> Lokal
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. FOTO: Bank Indonesia
Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan BI Fast merupakan inisiatif nasional yang dapat menciptakan infrastruktur sistem pembayaran ritel yang lebih efisien. Hal itu guna memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bertransaksi ekonomi dan keuangan yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal (Cemumuah).

"Peluncuran BI Fast sebagai konsolidasi industri sistem pembayaran nasional dan membangun ekosistem ekonomi keuangan digital yang integratif, interoperable, dan interconnected, serta membentuk unicorn-unicorn nasional yang tangguh," ujar Perry, dalam peluncuran BI Fast secara virtual, Selasa, 21 Desember 2021.
Perry menekankan, BI Fast menjadi infrastruktur yang dapat memfasilitasi pembayaran ritel menggunakan berbagai instrumen secara real time dan tanpa henti alias 24/7. Peluncuran BI Fast sendiri menjadi tonggak semangat bank sentral dalam menghadapi peradaban baru, yang salah satu cirinya adalah masifnya penggunaan teknologi dan digitalisasi di segala bidang.

"BI Fast kami persembahkan untuk negeri ini, kami persembahkan untuk masyarakat, dan kami persembahkan untuk industri," tuturnya.

Langkah dan upaya bank sentral tersebut bertujuan untuk mempercepat digitalisasi ekonomi keuangan nasional, mengintegrasikan ekosistem industri sistem pembayaran secara end to end, perbankan digital, fintech, e-commerce, dan konsumen dalam mendorong inklusi ekonomi dan keuangan.

"Selain itu, BI Fast juga dapat mendukung pemulihan ekonomi nasional. Ini lah tema peluncuran BI Fast, transformasi digital sistem pembayaran untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi negeri," tegas dia.

Biaya transfer antarbank

Dengan peluncuran BI Fast ini, maka biaya transfer antarbank maksimal hanya Rp2.500 per transaksi. Tarif ini mengalami penurunan signifikan bila dibandingkan dengan biaya transfer yang diberlakukan sebelumnya, yakni Rp6.500 per sekali transaksi.

Adapun penetapan skema harga dari bank sentral ke peserta dalam BI Fast ini sebesar Rp19 per transaksi. Sementara biaya transfer antarbank dari peserta kepada nasabah ditetapkan maksimal Rp2.500 per transaksi.

BI juga menetapkan batas maksimal nominal transaksi BI Fast pada implementasi awal sebesar Rp250 juta per transaksi, dan akan dievaluasi secara berkala. Batasan transaksi ini ditetapkan karena layanan BI-Fast dikhususkan untuk ritel.

Perry mengklaim skema harga BI Fast tersebut murah, sehingga dapat memenuhi kebutuhan rakyat. Hal itu ditetapkan BI sebagai pelaksanaan tugas dan kewenangan Bank Indonesia di bidang sistem pembayaran sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang.

Termasuk, lanjutnya, penyediaan infrastruktur publik sistem pembayaran yang efisien untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, mendorong percepatan ekonomi keuangan digital nasional, serta tetap menjaga inovasi percepatan ekonomi keuangan dan keberlangsungan industri sistem pembayaran.

"Kami mengharapkan seluruh pelaku industri sistem pembayaran bergabung dan memanfaatkan BI Fast ini untuk mampu melayani kebutuhan masyarakat lebih baik untuk NKRI secara bertahap, tergantung kesiapan masing-masing peserta," pungkas Perry.

 

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id