Penggunaan Teknologi Blockchain Diharap Pacu Pertumbuhan Ekonomi

    Husen Miftahudin - 02 Agustus 2021 07:40 WIB
    Penggunaan Teknologi <i>Blockchain</i> Diharap Pacu Pertumbuhan Ekonomi
    Ilustrasi. AFP PHOTO/JACK GUEZ



    Jakarta: Startup bitcoin and crypto exchanges Indonesia, Indodax mengharapkan penggunaan teknologi blockchain dan aset kripto terus meningkat. Kondisi tersebut diyakini dapat memacu pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

    "Kita berharap pada akhirnya penggunaan teknologi blockchain dan aset kripto bisa tetap terus meningkat, sehingga kita bisa ikut memacu pertumbuhan ekonomi negara kita dan membantu masyarakat Indonesia mendapatkan pendapatan melalui perdagangan aset kripto," ucap CEO Indodax Oscar Darmawan, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 2 Agustus 2021.

     



    Oscar optimistis penggunaan teknologi blockchain dan aset kripto mengalami peningkatan signifikan kedepannya. Ia berkaca pada jumlah member Indodax yang mengalami lonjakan belakangan ini. Saat ini, Indodax sudah memiliki hampir empat juta member.

    "Belakangan ini, peningkatan jumlah member Indodax dan pengguna aset kripto di Indonesia meningkat cukup pesat," paparnya.

    Oscar menekankan, Indodax akan terus meningkatkan pelayanan kepada para member dan komunitas aset kripto di Indonesia. Kali ini, Indodax menerapkan gratis biaya persentase penarikan (withdrawal) dan fee trading mulai dari nol persen.

    Hal ini akan diterapkan mulai 2 Agustus 2021. Semenjak hari itu, semua member bebas dari biaya persentase penarikan. Ini berlaku kepada seluruh member Indodax dan tanpa syarat, termasuk kepada member yang baru mendaftar.

    "Kita mulai sekarang menggratiskan biaya transaksi yaitu biaya persentase penarikan (withdraw) dan biaya trading fee yang bertepatan dengan menyambut hari Kemerdekaan Republik Indonesia," ungkapnya.

    Sebelumnya Indodax menerapkan biaya persentase withdraw sebesar 0,5 persen dari total transaksi. Sekarang member hanya perlu membayar biaya kliring untuk transaksi penarikan dana rupiah atau sebesar Rp25 ribu.

    "Karena member kita sekarang sudah hampir empat juta member dan jumlah transaksi juga makin banyak, jadi kita ingin memberikan kenyamanan yang lebih kepada para trader Indodax. Kita ingin menciptakan ekosistem aset kripto yang sehat di Indonesia," tutur dia.

    Saat ini, Indodax telah bekerja sama dengan PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) dalam pengelolaan dana kliring. PT KBI. Lembaga kliring ini merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem atau sarana untuk kliring.

    "Jadi, nantinya setiap dana yang masuk akan dijaminkan di lembaga kliring untuk memastikan hanya member yang dapat mengaksesnya. Bahkan Indodax juga tidak dapat menggunakan dana tersebut, sehingga keamanan member akan makin meningkat. Kerja sama dengan KBI sudah berjalan semenjak tahun lalu dan berjalan dengan sangat baik," ucap Oscar.

    Dia menuturkan bahwa langkah yang dilakukan Indodax dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan kepada member dan komunitas aset kripto. Bahkan, ini juga sebagai langkah Indodax untuk mempermudah orang untuk bertransaksi aset kripto.

    "Ini untuk membantu meningkatkan kenyamanan dan keamanan buat member Indodax. Kita ingin menjadi platform yang dapat memberikan jaminan rasa aman dan dipercaya oleh para trader crypto Indonesia," tutup Oscar.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id