Investor Asing Kritik Kurang Lengkapnya Instrumen Hedging di Pasar Modal Indonesia

    Annisa ayu artanti - 19 Oktober 2020 12:50 WIB
    Investor Asing Kritik Kurang Lengkapnya Instrumen <i>Hedging</i> di Pasar Modal Indonesia
    Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso . Foto : Medcom.
    Jakarta: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan pasar modal Indonesia masih sering menjadi bulan-bulanan kritikan investor asing.

    Investor kerap kali mengkritik mengenai instrumen yang ada di pasar modal RI belum lengkap. Sehingga ketika terjadi sentimen negatif mereka langsung mengambil langkah sell-off.

    "Kita pada saat ini kebanyakan kritik dari investor asing bahwa investasi di Indonesia sangat niche karena hedging instrumennya belum lengkap baik dari hedging nilai tukarnya," katanya dalam sambutan Capital Market Summit & Expo 2020, Senin, 19 Oktober 2020.

    Wimboh membeberkan investor asing banyak yang menilai instrumentasi di pasar modal RI belum begitu dalam, seperti instrumentasi hedging.

    "Hedging instrumennya belum lengkap, baik hedging nilai tukar, hedging suku bunga, maupun hedging default belum begitu banyak," tuturnya.

    Oleh karena itu, OJK memandang perlu untuk lebih memperdalam pasar modal dengan memperbanyak instrumentasi pendukung. Terutama instrumentasi untuk investor retail dan korporat. Wimboh menyebut, saat ini pemain utama di pasar modal adalah investor retail. Mereka yang menjaga volatilitas pasar modal  dalam lima tahun terakhir.

    "Pertama, deepening capital market menjadi tujuan utama kita yang harus kita lakukan. Diantaranya instrumen yang harus kita perbanyak baik berupa ritel maupun korporat," ucapnya.

    Selain itu, Wimboh menyampaikan pemberian insentif bagi para emiten atau issuer juga diperlukan untuk menciptakan instrumen yang bisa diakses para investor ritel.

    "Dengan banyaknya instrumen maka kita akan mempunyai variasi instrumen lebih banyak. Dan instrumen ini kita harapkan harus memenuhi kebutuhan pasar kita. Baik instrumen biasa maupun hedging," tutupnya.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id