Abai Izin Usaha, Program Saling Jaga Kitabisa Disetop

    Husen Miftahudin - 05 Mei 2021 13:38 WIB
    Abai Izin Usaha, Program Saling Jaga Kitabisa Disetop
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id



    Jakarta: Satgas Waspada Investasi menghentikan kegiatan program Saling Jaga dari Kitabisa.com. Sebab dalam operasionalnya, kegiatan penghimpunan sumbangan dari masyarakat melalui program Saling Jaga diduga merupakan kegiatan perasuransian.

    Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian, maka program Saling Jaga dari Kitabisa.com harus mendapatkan izin usaha perasuransian dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).






    "Oleh karena itu, Satgas Waspada Investasi bersama pengurus Kitabisa.com telah menyepakati untuk menghentikan kegiatan program Saling Jaga sebelum memperoleh izin kegiatan usaha perasuransian dari OJK," ucap Tongam dalam siaran persnya, Rabu, 5 Mei 2021.

    Sementara itu, Satgas Waspada Investasi per April 2021 kembali menemukan 86 platform fintech peer to peer lending atau pinjaman online yang beroperasi secara ilegal. Atas temuan itu, Satgas Waspada Investasi langsung memblokir situs dan platform yang merugikan masyarakat tersebut.

    "Satgas Waspada Investasi dalam operasionalnya mencegah kerugian masyarakat. Sejak tahun 2018 sampai dengan April 2021 ini, Satgas sudah menutup sebanyak 3.193 fintech lending ilegal," katanya.

    Selain itu, lanjutnya, per April 2021 Satgas Waspada Investasi juga menemukan 26 kegiatan usaha tanpa izin yang berpotensi merugikan masyarakat. Rinciannya, sebanyak 11 entitas melakukan kegiatan money game, lalu tiga entitas lainnya melakukan kegiatan investasi aset kripto tanpa izin.

    Kemudian ada satu penyelenggara sistem pembayaran tanpa izin, selanjutnya ada dua penyelenggara pembiayaan tanpa izin, serta sebanyak sembilan entitas yang bergerak dalam kegiatan lainnya.

    Tongam menekankan agar masyarakat semakin waspada terhadap penawaran dari entitas fintech lending dan investasi ilegal yang memanfaatkan momentum menjelang Lebaran.

    "Fintech lending dan penawaran investasi ilegal ini masih tetap muncul di masyarakat. Menjelang Lebaran dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat, kewaspadaan masyarakat harus ditingkatkan agar tidak menjadi korban," pintanya.

    Guna mencegah kerugian lebih luas, Satgas meminta masyarakat untuk menanyakan langsung kepada Kontak OJK 157 atau WA 081157157157 bila ingin memanfaatkan fintech lending, mengikuti investasi, atau jika ingin melaporkan adanya kegiatan fintech lending dan investasi yang berpotensi merugikan masyarakat.

    "Satgas Waspada Investasi terdiri dari 13 kementerian dan lembaga akan terus melakukan patroli siber rutin yang frekuensinya akan terus ditingkatkan sejalan dengan masih banyaknya temuan fintech lending dan penawaran investasi ilegal melalui berbagai saluran teknologi komunikasi di masyarakat," tutup Tongam.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id