Patok Laba hingga Rp2,8 Triliun, BTN Dukung Kinerja LQ45

    Ade Hapsari Lestarini - 07 Januari 2021 17:46 WIB
    Patok Laba hingga Rp2,8 Triliun, BTN Dukung Kinerja LQ45
    Foto: Grafis Medcom.id
    Jakarta: Kinerja positif PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) diproyeksikan terus berlanjut pada 2021. Perseroan pun optimistis akan mencatatkan laba di kisaran Rp1,4 triliun hingga Rp1,5 triliun untuk tahun buku 2020.

    Sementara untuk 2021, Nixon optimistis mematok target laba pada kisaran Rp2,5 triliun hingga Rp2,8 triliun. "Target tersebut akan dicapai dengan strategi pertumbuhan kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK) di level 7-9 persen," tutur Plt. Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu, dalam keterangan resminya, dikutip Kamis, 7 Januari 2021.

    Di masa pandemi ini, Nixon mengungkapkan pihaknya terus menggelar berbagai perbaikan kebijakan termasuk policy risk. Selain itu, perseroan juga meningkatkan kepuasan nasabah serta melakukan upgrading digital infrastructure untuk produk DPK hingga Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

    "Dukungan kuat dari pemerintah pun akan kami optimalkan dengan baik sehingga dapat bermanfaat bagi nasabah kami dan masyarakat Indonesia secara keseluruhan," jelas Nixon.

    Selain itu harga saham perseroan pun ikut diprediksi terus menguat sejalan dengan perbaikan kinerja tersebut. Henan Putihrai Sekuritas dalam risetnya menuliskan indeks LQ45 bakal naik ke level 1.050. Adapun, saham yang juga direkomendasikan dengan spekulasi beli yakni BBTN.

    "Buy on Break BBTN ketika bisa tembus ke atas MA10/1850, dengan harapan menyentuh kembali level previous high 2.000," tulis tim Analis HP Sekuritas, Kamis, 7 Januari 2021.

    Senada, Equity Analyst OCBC Sekuritas Isfhan Helmy mengatakan kenaikan laba bersih BBTN pada kuartal III-2020 mencapai 40 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Kenaikan tersebut salah satunya disumbang oleh efisiensi dan digitalisasi yang berhasil digelar bank spesialis pembiayaan perumahan tersebut.

    Isfhan melanjutkan saat ini harga saham BBTN berada di bawah rata-rata sehingga masih berpeluang naik. "Berdasarkan data, kami sematkan buy rating untuk BBTN," tulis Isfhan.

    Adapun pada perdagangan Kamis, 7 Januari 2021, harga saham perseroan ditutup di level Rp1.810 per lembar. Angka ini naik lima poin atau setara 0,28 persen.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id