Pembukaan Pasar: Kurs Rupiah Menguat ke Rp14.110/USD

    Angga Bratadharma - 23 Februari 2021 09:50 WIB
    Pembukaan Pasar: Kurs Rupiah Menguat ke Rp14.110/USD
    Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
    Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa pagi terpantau menguat ketimbang hari sebelumnya di posisi Rp14.117 per USD. Mata uang Paman Sam terhantam sentimen negatif dari membaiknya kondisi Eropa yang membuat mata uang Garuda mendapat kemudahan untuk sukses mencuri panggung kemenangan.

    Mengutip Bloomberg, Selasa, 23 Februari 2021, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menguat ke level Rp14.110 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.110 hingga Rp14.112 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di level Rp13.948 per USD.

    Di sisi lain, kurs dolar Amerika Serikat melanjutkan penurunan pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB) dan mencapai posisi terendah terhadap poundsterling Inggris dan dolar Australia. Investor fokus pada janji vaksinasi covid-19 dan prospek pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang dapat mendorong imbal hasil obligasi lebih tinggi.

    Indeks USD terakhir turun 0,3 persen dalam perdagangan sore di New York menjadi 90,046. Dolar telah mengalami tren turun pada Februari dan sekarang telah menyerahkan semua pemulihan Januarinya dari penurunan hampir tujuh persen pada tahun lalu.

    Kemunduran dolar terbaru datang karena meluasnya keyakinan bahwa AS akan bertindak lebih jauh dari yang diperlukan untuk mendukung ekonomi dengan pengeluaran pemerintah dan kebijakan-kebijakan uang longgar serta berakhir dengan inflasi tinggi dan terlalu banyak utang tambahan.

    Pasar akan mengamati kesaksian Ketua Federal Reserve Jerome Powell kepada Komite Perbankan Senat pada Selasa waktu setempat, untuk mencari tanda-tanda bahwa Federal Reserve AS mungkin menjadi kurang dovish dan lebih waspada terhadap inflasi.

    Tren penurunan dolar AS telah terjadi saat imbal hasil acuan obligasi Pemerintah AS 10-tahun naik menjadi 1,37 persen dari 1,1 persen pada akhir Januari. Imbal hasil obligasi 10-tahun relatif stabil dalam perdagangan pada Senin waktu setempat sebelum kesaksian Powell, yang akan masuk ke hari kedua pada Rabu di hadapan komite lain.

    "Dolar terus naik dan turun karena data AS yang telah melukiskan gambaran beragam dari ekonomi terbesar dunia," kata Analis Pasar Senior Western Union Business Solutions Joe Manimbo.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id