Bos Indodax: Bitcoin Sedari Awal Bukan Alat Pembayaran

    Husen Miftahudin - 27 Februari 2021 10:38 WIB
    Bos Indodax: Bitcoin Sedari Awal Bukan Alat Pembayaran
    Ilustrasi Bitcoin - - Foto: dok AFP



    Jakarta: CEO Indodax Oscar Darmawan menegaskan bitcoin dan aset kripto yang lainnya bukan diperuntukan sebagai alat pembayaran. Sama seperti emas batangan dan dinar, bitcoin adalah komoditas yang bisa disimpan sebagai aset investasi.

    "Bitcoin dan aset kripto adalah sebuah komoditas yang bisa disimpan oleh orang-orang untuk aset investasi. Mengenai ini sudah diatur oleh Kementerian Perdagangan melalui Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi)," ungkap Oscar kepada Medcom.id melalui pesan singkat aplikasi, Sabtu, 27 Februari 2021.






    Di sisi lain, Oscar juga mendukung rencana Bank Indonesia (BI) yang akan menerbitkan rupiah digital atau central bank digital currency. Keberadaan rupiah digital nantinya juga diyakini tidak akan mengganggu pergerakan harga aset kripto.

    "Mata uang digital tentu tidak mengganggu lini bisnis Indodax sebagai platform trading jual beli aset kripto. Karena memang bitcoin dan kripto tidak dihadirkan untuk alat pembayaran, melainkan sebuah komoditas," jelas dia.

    Oscar bilang bahwa rupiah digital ini bertujuan baik, yakni untuk membesarkan ekosistem digital. Sebab penerapan digitalisasi saat ini tengah digandrungi di tengah berlanjutnya dampak pandemi covid-19, karena berimplikasi pada kemudahan dalam mengakses produk, layanan, hingga bertransaksi.

    "Karena prinsipnya, digitalisasi hadir sebagai solusi atas permasalahan yang selama ini terjadi. Dalam hal ini, digitalisasi akan dapat menyempurnakan finansial konvensional," ucapnya.

    Gubernur BI Perry Warjiyo sebelumnya menegaskan bahwa mata uang kripto seperti bitcoin dan sejenisnya bukan merupakan alat pembayaran yang sah. Satu-satunya mata uang yang sah sebagai alat pembayaran adalah rupiah.

    Dia menyatakan seluruh alat pembayaran menggunakan koin, uang kertas, uang digital wajib menggunakan rupiah dan menjadi wewenang bank sentral. Dengan begitu, maka bitcoin dan aset kripto yang lainnya bukanlah alat pembayaran yang sah di Indonesia.


    "Sejak dari awal kami sudah ingatkan dan tegaskan bitcoin tidak boleh sebagai alat pembayaran yang sah, demikian juga mata uang lain selain rupiah," jelas Perry.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id