Pembelian Saham Bukopin oleh Kookmin Bank Dikritisi

    Husen Miftahudin - 25 Agustus 2020 13:32 WIB
    Pembelian Saham Bukopin oleh Kookmin Bank Dikritisi
    Bank Bukopin. Foto: Dok.MI
    Jakarta: Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jabotabek mengkritisi pembelian saham PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) oleh KB Kookmin Bank yang diduga bermasalah. Kritik yang dilayangkan para mahasiswa ini dilakukan dengan aksi unjuk rasa di depan kantor Bank Bukopin, Jalan MT Haryono, Jakarta Pusat.

    "Pembelian saham Bank Bukopin bermasalah dan disinyalir melanggar aturan hukum dan perundangan-undangan di Indonesia," ucap Kordinator BEM se-Jabotabek Rahmat Hidayat dalam keterangannya, Selasa, 25 Agustus 2020.

    Rahmat menjelaskan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta Kookmin Bank untuk menempatkan dana USD200 juta di escrow account dan mentransfer USD60 juta ke Bank Bukopin untuk penguatan likuiditas selambat-lambatnya 28 Mei 2020.

    "Namun surat OJK tersebut tidak dipenuhi oleh Kookmin Bank. Ini fakta bahwa pembelian saham Bukopin oleh Kookmin Bank dari awal sudah bermasalah," ungkapnya.

    Ditambah lagi kata dia, ada surat tertulis dari OJK yang menerangkan bahwa Kookmin Bank telah gagal memenuhi komitmen untuk meningkatkan permodalan dan mengatasi permasalahan likuiditas Bank Bukopin. "Ada persoalan hukum sehingga Bank Bukopin disinyalir dirugikan jutaan dolar dalam pembelian saham oleh Kookmin Bank," beber dia.

    Untuk itu Rahmat mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Mabes Polri untuk mengusut kasus ini sampai tuntas, karena diduga ada persekongkolan dalam proses pembelian saham tersebut.

    KB Kookmin Bank resmi menjadi pemegang saham pengendali Bank Bukopin setelah OJK mengeluarkan pernyataan efektif tentang persentase kepemilikan bank asal Korea Selatan (Korsel) tersebut terhadap Bukopin. OJK mengeluarkan persetujuan masuknya KB Kookmin Bank sebagai pemegang saham pengendali di Bank Bukopin yang merupakan hasil dari Penawaran Umum Terbatas (PUT) V dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) yang dilakukan beberapa waktu lalu.

    Persetujuan OJK tersebut dikeluarkan melalui Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK bernomor KEP - 98/D.03/2020 pada 30 Juli 2020. Selain itu, induk usaha Kookmin Bank yaitu KB Financial Group (KBFG) yang merupakan grup finansial terbesar di Korsel juga disetujui menjadi pengendali akhir (ultimate shareholder) Bank Bukopin.

    Dengan keputusan tersebut, maka Bukopin saat ini memiliki dua pemegang saham pengendali, yakni Kookmin Bank dengan jumlah saham 33,90 persen dan Bosowa Corporindo sebesar 23,40 persen. Saham lainnya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia 6,37 persen dan pemegang saham publik dengan kepemilikan di bawah lima persen mencapai 36,33 persen.

    "Masuknya Kookmin Bank sebagai pemegang saham pengendali diharapkan menjadi dukungan positif bagi perkembangan Bank Bukopin, serta industri perbankan nasional sehingga bisa meningkatkan kontribusi dalam upaya pemulihan ekonomi," kata Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo.
     

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id