Restrukturisasi Nasabah P2P Lending Tak Bisa Langsung Direalisasikan

    Ilham wibowo - 20 April 2020 16:09 WIB
    Restrukturisasi Nasabah P2P <i>Lending</i> Tak Bisa Langsung Direalisasikan
    Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyatakan siap mendukung imbauan Pemeritah terkait restrukturisasi pinjaman online. Foto: Medcom.id
    Jakarta: Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyatakan siap mendukung imbauan Pemeritah terkait restrukturisasi pinjaman online. Beberapa syarat perlu dipenuhi khususnya bagi nasabah yang terdampak virus korona (covid-19).

    Waketum AFPI Sunu Widyatmoko mengatakan bahwa pihaknya tak bisa secara langsung merealisasikan keinginan Presiden Joko Widodo dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait keringanan pembayaran kredit.

    Berbeda dengan bank dan lembaga pembiayaan yang bertindak langsung sebagai pemberi pinjaman, industri fintech P2P lending hanyalah penyelenggara platform pinjam meminjam secara online yang mempertemukan peminjam (borrower) dan pemberi pinjaman (lender).  

    "Kami platform yang mempertemukan pemili uang dan butuh uang, upaya restrukturisasi bagi kami adalah mediator untuk mencapai solusi win win baik peminjam maupun pemberi pinjam," kata Sunu dalam sebuah diskusi melalui video konferensi, Senin, 20 April 2020.

    Ketua Bidang Humas dan Kelembagaan AFPI Tumbur Pardede manambahkan bahwa platform fintech P2P lending tidak berwenang untuk memberikan restrukturisasi pinjaman tanpa persetujuan dari pemberi pinjaman. Namun, penyelenggara dapat memfasilitasi permintaan pengajuan restrukturisasi bagi peminjam UMKM yang terdampak covid-19 kepada pihak pemberi pinjaman.

    "P2P lending ini industri keuangan nonbank pada dasarnya, walaupun bertindak sebagai platform kami melakukan hal yang sama seperti perbankan dan perusahaan pembiayaan dalam hal mitigasi risiko, assasment dan scoring peminjaman," ujarnya.

    Dalam hal prosedur dan mekanisme restrukturisasi kredit, lanjut Tumbur, AFPI menyerahkan kepada masing-masing penyelenggara fintech P2P lending.

    Pengajuan dari nasabah terdampak covid-19 akan dilakukan penilaian dan analisa kelayakan atas permintaan restrukturisasi pinjaman. Kemudian pengajuan tersebut disampaikan kepada pihak pemberi pinjaman untuk merestui atau tidak.

    Kriteria mendasar perlu dipenuhinya bagi peminjam yang ingin mengajukan permintaan restrukturisasi. Peminjam wajib membuktikan sebagai pelaku UMKM yang terdampak wabah covid-19 yang tidak memiliki kemampuan pembayaran pinjaman saat jatuh tempo.

    Peminjam perlu memastikan masih memiliki sumber penghasilan di waktu mendatang serta memiliki itikad baik untuk menyelesaikan kewajibannya.

    Kemudian status peminjam sebelum 2 Maret 2020 adalah lancar dan pengajuan permintaan restrukturisasi pinjaman harus beberapa waktu lamanya sebelum jatuh tempo pembayaran pinjaman.
     

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id