comscore

OJK: Resiliensi Ekonomi dan Keuangan Syariah RI Sukses Dorong Pemulihan

Husen Miftahudin - 26 April 2022 19:57 WIB
OJK: Resiliensi Ekonomi dan Keuangan Syariah RI Sukses Dorong Pemulihan
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Foto: dok MI/Mohamad Irfan.
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, baik perbankan syariah, pasar modal syariah, maupun Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) syariah telah menunjukkan resiliensi yang menunjang momentum pemulihan.

Berdasarkan Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia (LPKSI) yang dirilis OJK, selama 2021, aset industri keuangan syariah telah mencapai Rp2.050,44 triliun atau tumbuh 13,82 persen year on year (yoy). Sementara pertumbuhan aset industri perbankan syariah tumbuh sebesar 13,94 persen (yoy) di 2021.
"OJK terus mendorong penguatan posisi industri perbankan syariah di tengah persaingan perbankan melalui penerbitan berbagai ketentuan akselerasi transformasi digital disertai dengan sinergi perbankan," ucap Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam keterangan tertulis, Selasa, 26 April 2022.

Sementara aset IKNB syariah tumbuh positif sebesar 3,90 persen (yoy). Sedangkan industri pasar modal syariah menunjukkan perkembangan yang positif dengan nilai kapitalisasi pasar Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mencapai Rp3.983,65 triliun, meningkat sebesar 19,10 persen (yoy) di 2021.

Untuk memperluas akses keuangan, khususnya bagi masyarakat unbankable di sekitar pesantren, OJK juga terus mengembangkan lembaga pembiayaan mikro berbasis syariah yaitu Bank Wakaf Mikro (BWM) yang saat ini telah berdiri sebanyak 62 BWM dan tersebar di 20 provinsi di seluruh Indonesia.

Menurut Wimboh, ketahanan dan kinerja positif industri keuangan syariah harus terus dipertahankan, diantaranya dengan mengakselerasi program-program berupa pengembangan aktivitas keuangan sosial syariah melalui sinergi, inovasi, dan kolaborasi yang diwujudkan dalam pengembangan ekosistem rantai nilai halal.

"Untuk mencapai hal itu, OJK telah aktif bersinergi melalui berbagai program, antara lain Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia," paparnya.

Wimboh melihat bahwa terdapat banyak sekali potensi di berbagai daerah yang belum tergarap dengan optimal, yang berpeluang dikembangkan melalui peran keuangan syariah berbasis industri halal, seperti di Sumatra Barat maupun Aceh, baik di sektor pariwisata, kuliner, fesyen, maupun handicraft.

"Bila keseluruhan potensi ini dikembangkan secara komprehensif dalam satu ekosistem terintegrasi berbasis digital dari hulu ke hilir dan melibatkan stakeholders lintas sektor, maka kami yakini ekosistem ini dapat memberikan multiplier effect yang tinggi bagi perekonomian," pungkas Wimboh.


(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id