comscore

Rupiah Melemah Tipis di Akhir Pekan Gara-gara Kenaikan Suku Bunga AS

Husen Miftahudin - 14 Januari 2022 17:40 WIB
Rupiah Melemah Tipis di Akhir Pekan Gara-gara Kenaikan Suku Bunga AS
Mata uang rupiah. Foto : AFP.
Jakarta: Pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan akhir pekan ini mengalami pelemahan tipis imbas kekhawatiran investor terhadap kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve. Di sisi lain, mata uang Dolar AS  juga mengalami penurunan.

"Dolar AS menuju penurunan mingguan terbesar dalam lebih dari satu tahun karena investor memangkas posisi beli. Saat ini investor tengah fokus pada beberapa kenaikan suku bunga AS di tahun ini," ungkap analis pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam siaran persnya, Jumat, 14 Januari 2022.
Ibrahim menerangkan Lael Brainard yang menjadi pejabat Fed terbaru dan paling senior memberi sinyal bank sentral AS tersebut bersiap-siap untuk memulai menaikkan suku bunga pada Maret 2022.

Selain itu, dalam seminggu terakhir data menunjukkan inflasi AS berada pada titik terpanas sejak awal 1980-an, sehingga penjualan telah memaksa greenback melalui dukungan utama terhadap euro dan yen. Para pedagang pun tampaknya puas untuk meringankan taruhan mereka sampai tren yang lebih jelas muncul.

Di sisi lain, London menentang krisis politik yang mengancam posisi Perdana Menteri Boris Johnson dengan keyakinan ekonomi Inggris dapat menahan gelombang infeksi covid-19. Ada pula isu terkait dengan Bank of England yang bisa saja menaikkan suku bunga kebijakannya di bulan depan.

Di Asia Pasifik, data Tiongkok menunjukkan ekspor tumbuh 20,9 persen (yoy), impor tumbuh 19,5 persen (yoy), dan neraca perdagangan berada di USD94,46 miliar pada Desember.

"Sedangkan Bank of Korea menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 1,25 persen, seperti yang diharapkan. Won Korea Selatan tampaknya mencatat kenaikan mingguan sekitar 1,3 persen," jelas Ibrahim.

Dari faktor domestik, Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) oleh Bank Indonesia (BI) memperkirakan kegiatan usaha akan meningkat pada kuartal I-2022, yang tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 9,39 persen, meningkat dari 7,1 persen dari kuartal sebelumnya.

Sementara itu, SKDU mengindikasikan kegiatan dunia usaha pada kuartal IV-2021 tumbuh positif yang tercermin dari nilai SBT sebesar 7,1 persen atau sedikit lebih rendah dari SBT sebesar 7,58 persen pada kuartal III-2021 namun meningkat dibandingkan dengan SBT sebesar minus 3,9 persen pada kuartal IV-2020.

"Selain itu, peningkatan kinerja usaha terindikasi pada sektor industri pengolahan, perdagangan, hotel dan restoran dan pengangkutan, serta komunikasi, yang didorong oleh meningkatnya permintaan seiring pelonggaran kebijakan pembatasan mobilitas di berbagai daerah, serta perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan libur akhir tahun," ungkapnya.

Adapun mengutip data Bloomberg pada penutupan perdagangan akhir pekan ini, nilai tukar rupiah terhadap USD melemah tipis ke level Rp14.296 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah 1,5 poin atau setara 0,01 persen dari posisi Rp14.294 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah juga berada di zona merah pada posisi Rp14.305 per USD. Rupiah melemah dua poin atau setara 0,01 persen dari Rp14.307 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.310 per USD atau naik tipis satu poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.311 per USD.

"Untuk perdagangan Senin depan, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp14.270 per USD sampai Rp14.330 per USD," pungkas Ibrahim.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id