Digitalisasi Permudah Masyarakat Akses Asuransi

    Angga Bratadharma - 17 Oktober 2020 12:02 WIB
    Digitalisasi Permudah Masyarakat Akses Asuransi
    Ilustrasi. FOTO: The Cheaper Insurance
    Jakarta: Penetrasi asuransi di Indonesia masih terbilang kecil dibandingkan dengan Produk Domestik Bruto (PDB) yang artinya perlu ada upaya bersama guna menaikkan tingkat penetrasi tersebut. Perkembangan teknologi berupa digitalisasi bisa menjadi solusi memaksimalkan pertumbuhan industri asuransi di Tanah Air.

    "Saya merasa di lima tahun terakhir khususnya asuransi merasa semakin dimudahkan. Kalau dulu perusahaan asuransi fokusnya di inovasi secara produk dan jenisnya maka kalau sekarang lebih memprioritaskan dan memfokuskan kepada keamanan dan kenyamanan nasabah," kata Perencana Keuangan Ghita Argasasmita, dalam sebuah webinar, Jumat, 16 Oktober 2020.

    Menurutnya kemudahan dalam berasuransi sekarang ini salah satunya karena adanya digitalisasi. Ghita menceritakan jika dulu mencari informasi tentang asuransi harus dicari melalui situs maka sekarang ini kian mudah karena bisa mencari informasi mengenai produk asuransi atau perusahaan asuransi melalui telepon genggam.

    "Kalau sekarang kita lebih mudah (mencari informasi) karena kalau dulu mau cari informasi lewat website maka sekarang teknologi digital sudah semakin tinggi. Kita bisa melakukan dari awal sampai akhir prosesnya ada di tangan," tuturnya.

    Terkait dengan penetrasi asuransi yang masih kecil, Ghita menilai, keberadaan digitalisasi bisa menjadi solusinya. Pasalnya sebelumnya masyarakat masih dihadapkan pada persoalan seperti sulit mencerna informasi karena banyak dokumen yang harus dibaca terkait asuransi dan panjangnya proses mengurus polis asuransi.

    "Dan ini yang membuat penetrasi masih rendah. Diharapkan dengan berbagai macam inovasi di bidang digital maka perusahaan asuransi lebih memperhatikan kebutuhan nasabah sehingga nasabah bisa lebih nyaman. Mudah-mudahan ini (perkembangan digital) bisa meningkatkan penetrasi di Indonesia," ucapnya.

    Chief Marketing Officer FWD Life Maika Randini menambahkan teknologi terus berkembang dan industri asuransi harus mampu mengikuti perkembangan agar dapat menyediakan solusi teknologi baru agar dapat melayani nasabah dengan lebih baik. Hal itu juga penting agar industri asuransi bisa terus tumbuh maksimal di masa mendatang.

    "Melalui pendekatan yang berfokus pada nasabah, tidak hanya kami melihat gaya hidup digital para milenial tetapi juga bagaimana generasi sebelumnya menjadi lebih melek teknologi. Dengan fitur eServices pada aplikasi FWD MAX, kami bertujuan mengajak nasabah bersemangat untuk berubah dan merayakan hidup," tuturnya.

    Adapun PT FWD Life Indonesia (FWD Life) memperkenalkan eServices dari aplikasi FWD MAX. Fitur ini memberikan nasabah pengalaman berasuransi digital yang lengkap, cepat, dan lancar melalui layanan digital end-to-end. Langkah itu juga sejalan dengan perkembangan teknologi.

    "Kami membawa pendekatan baru ke industri yang identik dengan cara tradisional dan melihatnya melalui perspektif nasabah kami. Visi kami untuk mengubah cara pandang masyarakat tentang asuransi telah menginspirasi kami membuat asuransi menjadi lebih relevan dan dapat dijangkau semua orang," kata Direktur Utama FWD Life Anantharaman Sridharan.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id