OJK Usul Hapus Data Kredit Macet Debitur UMKM di Bawah Rp5 Miliar

    Husen Miftahudin - 28 April 2021 20:49 WIB
    OJK Usul Hapus Data Kredit Macet Debitur UMKM di Bawah Rp5 Miliar
    OJK. Foto : Mi/Ramdani.



    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengusulkan untuk menghapus data kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) bagi debitur maksimal Rp5 miliar. Usulan tersebut diminta untuk dimasukkan ke dalam Undang-Undang Cipta Kerja.

    Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III OJK Edy Purnomo mengatakan, penghapusan data NPL untuk debitur dengan nilai pinjaman di bawah Rp5 miliar ditujukan agar nasabah UMKM yang sebelumnya pernah dicoret dalam sistem credit scoring bisa diampuni dan bisa kembali menjadi nasabah bank.






    "Karena sekali masuk kredit macet bank maka selamanya tidak bisa meminjam ke bank. Akhirnya mereka beralih ke peer to peer lending, dan di sana ternyata berhasil karena ada program pendampingan," ucap Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III OJK Edy Purnomo dalam webinar 'Pemulihan Ekonomi untuk Sektor UMKM Nasional', Rabu, 28 April 2021.

    Edy mencontohkan pada program Kredit Tani yang membuat banyak masyarakat masuk dalam kategori kredit macet. Kemudian mereka beralih kepada peer to peer lending karena adanya pendampingan, walhasil nasabah tersebut kini naik kelas.

    "Petani itu kan tergantung musim, dan jadinya hanya menggarap paruh waktu sehingga sering gagal panen. Tapi dengan ada pendampingan itu bisa membantu petani mencapai target," sebut Edy.

    Di sisi lain, Edy mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan strategi untuk mendorong porsi penyaluran kredit UMKM di perbankan dengan memperluas definisi UMKM. Hal itu dilakukan agar bisa mendorong peningkatan total fasilitas kredit atau plafon.

    Berikutnya juga dengan merevisi klasifikasi UMKM pada beberapa pinjaman konsumer, baik untuk multiguna ataupun Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). Terutama bagi debitur yang memiliki tujuan melakukan usaha produktif.

    "Perbankan mengaku ada pinjaman non UMKM, plafonnya Rp20 miliar dengan total sekitar Rp400 triliun. Ini kalau dimasukkan ke UMKM bisa meningkatkan rasio sektor UMKM hingga 28 persen," paparnya.

    Berikutnya, lanjut dia, kredit untuk ruko, rumah tipe 36, atau rumah dengan tipe 45. Ternyata Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan tipe-tipe tersebut justru membuat masyarakat banyak yang digunakan untuk berjualan pulsa atau gas.

    "Bahkan termasuk kendaraan bermotor (KKB). Kalau dipakai Gojek, bisa jadi produktif," pungkas Edy.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id