Februari 2021, LPS Jamin 351,3 Juta Rekening Simpanan

    Husen Miftahudin - 07 April 2021 11:03 WIB
    Februari 2021, LPS Jamin 351,3 Juta Rekening Simpanan
    Ilustrasi dana simpanan masyarakat di perbankan - - Foto: Medcom/ Kuntoro Tayubi



    Jakarta: Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melaporkan jumlah rekening simpanan yang dijamin per Februari 2021 sebanyak 351.300.286 rekening. Jumlah ini mencapai 99,91 persen dari total rekening simpanan masyarakat di perbankan.

    Adapun data distribusi simpanan masyarakat per Februari 2021 mencapai Rp6.726 triliun. Data ini dikumpulkan dari 107 Bank Umum. Dari total bank umum tersebut, sebanyak 95 di antaranya merupakan Bank Umum Konvensional dan 12 lainnya merupakan Bank Umum Syariah.






    Secara tahunan, data distribusi simpanan masyarakat per Februari 2021 ini naik sebesar 9,7 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara secara bulanan, distribusi simpanan masyarakat ini tumbuh 1,3 persen (mom).

    "Data ini menjadi indikasi awal bahwa ekonomi sedang bergerak ke arah yang lebih cepat," kata Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa dalam siaran persnya yang dikutip dari laman resmi LPS, Rabu, 7 April 2021.

    Sementara itu, jumlah rekening simpanan pada Februari 2021 tercatat sebanyak 351.599.277 rekening, atau naik sebesar 15,5 persen (yoy). Namun secara bulanan, jumlah rekening simpanan ini terkontraksi hingga minus 0,3 persen (mom).

    Menurut LPS, data Februari 2021 ini menunjukkan adanya peningkatan nominal simpanan untuk tiering nominal di atas Rp5 miliar sebesar 3,6 persen (mom), dan secara tahunan tumbuh 13,2 persen (yoy) menjadi Rp3.283 triliun.

    Di lain sisi, nominal simpanan dengan tiering di bawah Rp100 juta mengalami penurunan 1,3 persen (mom), namun secara tahunan meningkat sebesar 5,9 persen (yoy) menjadi Rp907 triliun.

    Berdasarkan jenis dari total simpanan tersebut, deposito menempati posisi teratas sebesar Rp2.749 triliun atau 40,9 persen. Disusul tabungan sebesar Rp2.114 triliun (31,4 persen), giro sebesar Rp1.787 triliun (26,6 persen), deposit on call sebesar Rp72 triliun (1,1 persen), dan sertifikat deposito sebesar Rp4 triliun (0,1 persen).

    Secara tahunan, jenis simpanan yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah giro sebesar 19,8 persen (yoy). Sementara, sertifikat deposito adalah jenis simpanan yang mengalami penurunan paling tinggi yaitu sebesar minus 77,4 persen (yoy).

    Berdasarkan data-data tersebut, Purbaya mengungkapkan pertumbuhan giro yang tinggi disertai penurunan deposito mengindikasikan bahwa para pelaku ekonomi mulai siap-siap melakukan ekspansi dengan menambah dana yang siap pakai lebih banyak.

    "Penurunan deposito memperkuat indikasi perkembangan ini, karena pada saat pelaku ekonomi akan meningkatkan aktivitasnya. Mereka akan menambah uang kasnya dengan mengurangi deposito mereka," pungkas Purbaya.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id