Kuartal I, CIMB Niaga Bukukan Laba Bersih Konsolidasi Rp996 Miliar

    Angga Bratadharma - 01 Mei 2021 13:12 WIB
    Kuartal I, CIMB Niaga Bukukan Laba Bersih Konsolidasi Rp996 Miliar
    Ilustrasi. FOTO: CIMB Niaga



    Jakarta: PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) membukukan perolehan laba bersih konsolidasi (unaudited) sebesar Rp996 miliar pada kuartal pertama 2021 dan menghasilkan earnings per share Rp39,95. Kondisi itu terjadi di tengah ketidakpastian yang masih terjadi akibat pandemi covid-19.

    Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M Siahaan mengatakan CIMB Niaga mencatat pertumbuhan yang baik pada pendapatan operasional dan laba operasional sebelum pencadangan masing-masing sebesar 8,3 persen secara tahun ke tahun (yoy) dan 16,1 persen secara yoy di kuartal pertama 2021.






    "Pencapaian ini menghasilkan tingkat profitabilitas kembali ke level sebelum covid-19 dengan Return on Equity (ROE) sebesar 10,5 persen. Kinerja tersebut merupakan kontribusi dari margin yang lebih tinggi, peningkatan pada fee income, dan biaya operasional yang datar," kata Tigor, dilansir dari keterangan tertulisnya, Sabtu, 1 Mei 2021.

    Sejalan dengan membaiknya indikator ekonomi, lanjutnya, CIMB Niaga berkeyakinan bahwa 2021 akan lebih baik. Di sisi lain, CIMB Niaga tetap berhati-hati di tengah pandemi covid-19 yang kembali mewabah secara global baru-baru ini. CIMB Niaga masih terus waspada dan fokus pada upaya mengembangkan bisnis.

    "Dengan memberikan layanan dan solusi perbankan terbaik kepada nasabah, yang didukung oleh transformasi digital, meningkatkan pelayanan untuk customer experience yang optimal, dan meningkatkan produktivitas," tuturnya.

    Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Loan to Deposit Ratio (LDR) CIMB Niaga tercatat baik masing-masing sebesar 22,1 persen dan 85,3 persen per 31 Maret 2021. Dengan total aset sebesar Rp272,6 triliun per 31 Maret 2021, CIMB Niaga mempertahankan posisinya sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia dari sisi aset.

    Total penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp200,1 triliun dengan rasio CASA sebesar 63,3 persen, sejalan dengan komitmen mengembangkan layanan digital dan meningkatkan customer experience. Jumlah kredit yang disalurkan sebesar Rp173,4 triliun, yang utamanya dikontribusikan oleh bisnis consumer banking yang tumbuh 1,6 persen yoy.

    Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tumbuh 5,2 persen yoy dan Kredit Pemilikan Mobil (KPM) meningkat sebesar 5,4 persen yoy. Tigor menjelaskan pertumbuhan pada segmen KPR merupakan bukti dari upaya berkelanjutan yang dilakukan dalam menghadirkan produk dan layanan yang dapat memenuhi kebutuhan nasabah.

    "Diimbangi dengan prinsip kehati-hatian dan pengawasan yang ketat dalam penyaluran kredit,” kata Tigor.

    Lebih lanjut, di segmen perbankan syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga (CIMB  Niaga Syariah) mencatat total pembiayaan mencapai Rp32,4 triliun dan DPK sebesar Rp29,6 triliun per 31 Maret 2021.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id