comscore

Momen Liburan, Penjualan Eceran Desember 2021 dan Maret 2022 Bakal Meroket

Husen Miftahudin - 09 November 2021 13:17 WIB
Momen Liburan, Penjualan Eceran Desember 2021 dan Maret 2022 Bakal Meroket
Ilustrasi pengunjung di supermarket - - Foto: MI/ Himanda
Jakarta: Bank Indonesia (BI) memprakirakan kinerja penjualan eceran meningkat pada Desember 2021 dan Maret 2022. Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) Desember 2021 dan Maret 2022 masing-masing tercatat sebesar 155,2 dan 141,9 atau meningkat dibandingkan 128,7 dan 137,5 pada bulan sebelumnya.

"Responden menyampaikan bahwa peningkatan permintaan didorong HBKN Natal dan libur akhir tahun, disertai dengan program diskon sebagai salah satu strategi ritel," tulis Survei Penjualan Eceran (SPE) Oktober 2021 yang diungkap Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, Selasa, 9 November 2021.

Sementara itu, peningkatan pada Maret 2022 diprakirakan sejalan dengan meningkatnya permintaan pada libur HBKN (Isra Miraj dan Hari Raya Nyepi) yang jatuh berdekatan sehingga dapat mendorong aktivitas masyarakat.
Dari sisi harga, tekanan inflasi pada Desember 2021 meningkat sementara pada Maret 2022 diprakirakan menurun. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Desember 2021 sebesar 128,4 atau lebih tinggi dari 124,8 pada November 2021 akibat faktor musiman (HBKN) dan kenaikan harga bahan baku.

"Sementara itu, Indeks Ekspektasi Harga Umum Maret 2022 sebesar 128,3 atau lebih rendah dari 138,7 pada Februari 2021 didukung kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi," papar Erwin.

Adapun kinerja penjualan eceran pada September 2021 mengalami kontraksi, baik secara bulanan maupun tahunan. Indeks Penjualan Riil (IPR) pada September 2021 tercatat sebesar 189,5 atau secara bulanan terkontraksi sebesar minus 1,5 persen (mtm), turun dari 2,1 persen (mtm) pada Agustus 2021.

Penurunan tersebut terutama bersumber dari Kelompok Suku Cadang dan Aksesori yang tercatat minus 6,3 persen (mtm); Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya minus 7,8 persen (mtm); serta Makanan, Minuman, dan Tembakau minus 1,7 persen (mtm) akibat permintaan masyarakat yang masih terbatas.

Di sisi lain, kinerja penjualan eceran terpantau meningkat pada kelompok Bahan Bakar Kendaraan bermotor yang tercatat tumbuh 19,6 persen (mtm), meningkat dibandingkan 8,5 persen (mtm) pada Agustus 2021, sejalan dengan pelonggaran level PPKM di berbagai wilayah.

Peningkatan penjualan eceran juga tercatat meningkat pada subkelompok Sandang sebesar 6,6 persen (mtm), dari 2,5 persen (mtm) pada Agustus 2021, sejalan dengan kegiatan Pertemuan Tatap muka (PTM) yang mayoritas sudah terjadi di beberapa wilayah, khususnya di daerah PPKM level 1-3.

Secara tahunan, penjualan eceran September 2021 tercatat mengalami kontraksi sebesar minus 2,2 persen (yoy), tidak jauh berbeda dari minus 2,1 persen (yoy) pada bulan sebelumnya. Beberapa kelompok yang tercatat menurun antara lain Kelompok Suku Cadang dan Aksesori serta Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya masing-masing sebesar minus 10,1 persen (yoy) dan minus 24,9 persen (yoy), dari minus 3,7 persen (yoy) dan minus 20,3 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.

"Sementara itu, Kelompok Bahan Bakar Kendaraan bermotor mengalami peningkatan penjualan sebesar 22,8 persen (yoy) sejalan dengan pelonggaran kebijakan PPKM," pungkas Erwin.

(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id