Mulai Bangkit, OJK: Penyaluran Kredit di Bali Capai Rp93,6 Triliun

    Husen Miftahudin - 02 Juni 2021 08:59 WIB
    Mulai Bangkit, OJK: Penyaluran Kredit di Bali Capai Rp93,6 Triliun
    OJK. Foto : Mi/Ramdani.



    Jakarta: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyebut perekonomian di Bali sudah mulai bangkit seiring telah dimulainya program vaksinasi oleh pemerintah. Kebangkitan ekonomi Pulau Dewata tersebut ditunjukkan dengan penyaluran kredit yang tumbuh 0,54 persen (yoy) menjadi Rp93,6 triliun di tengah kredit nasional yang masih terkontraksi.

    "Penyaluran kredit pariwisata baru di Bali dari Bank Himbara dan BPD (Bank Pembangunan Daerah) pada periode Maret 2020 sampai April 2021 mencapai sebesar Rp511,61 miliar dari total pengajuan kredit sebesar Rp890,47 miliar," ujar Wimboh dikutip dari instagram terverifikasi @ojkindonesia, Rabu, 2 Juni 2021.

     



    Untuk menunjang ekonomi Bali yang selama ini tergantung pada sektor pariwisata, sebut Wimboh, OJK juga mendorong potensi lokal lain di samping pariwisata untuk menjadi pilar baru perekonomian Bali, seperti budidaya lobster, agrobisnis, dan hasil kerajinan.

    "Indonesia kaya akan sumber daya alam yang dapat dimaksimalkan untuk peluang ekonomi baru," tegas Wimboh.

    Dalam akun instagram pribadinya @wimboh.ojk, ia mencoba menggerakkan pariwisata melalui program Work from Bali. Selama beberapa hari Wimboh mencoba untuk melakukan pekerjaan seperti biasanya, namun dilakukan dari Bali.

    Di samping itu, ia juga berdiskusi dengan perwakilan Bank Himbara dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) di Bali untuk merumuskan langkah-langkah yang perlu dilakukan agar ekonomi Bali cepat bangkit kembali.

    Menurutnya, peran LPEI dalam memberikan program penjaminan kredit diharapkan dapat lebih memberikan ruang tersalurkannya kredit/pembiayaan untuk industri pariwisata Bali.

    Melalui kebijakan stimulus restrukturisasi OJK, industri perbankan telah memberikan restrukturisasi terhadap 81 persen kredit perbankan terdampak covid-19 dengan jumlah outstanding kredit mencapai Rp27,99 triliun di Bali.

    "Ke depan, OJK akan terus mengimbau sektor jasa keuangan di Bali, LPEI, serta industri jasa keuangan lainnya untuk terlibat dan mengambil peran lebih besar dalam upaya pemulihan ekonomi Bali," pungkas Wimboh.

    Adapun pertumbuhan ekonomi di Bali selama kuartal I-2021 masih terkontraksi sebesar negatif 9,85 persen (yoy), di bawah pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini disebabkan oleh kunjungan wisatawan mancanegara yang masih terkontraksi sebesar minus 99,9 persen (yoy) dan wisatawan domestik sebanyak minus 69,36 persen (yoy).

    Rata-rata tingkat hunian kamar juga mengalami penurunan sebesar 76,75 persen (yoy). Di sisi lain, terdapat tiga sektor yang mengalami pertumbuhan signifikan secara q to q, yakni jasa keuangan yang tumbuh 1,34 persen, jasa keuangan positif 0,57 persen, serta informasi dan komunikasi yang tumbuh 0,35 persen.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id