OJK Batasi Kegiatan Usaha Asuransi Jiwa Kresna

    Husen Miftahudin - 14 Agustus 2020 11:27 WIB
    OJK Batasi Kegiatan Usaha Asuransi Jiwa Kresna
    Gedung OJK. Foto: dok MI/Ramdani.
    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan sanksi Pembatasan Kegiatan Usaha (PKU) kepada PT Asuransi Jiwa Kresna yang dinilai telah melanggar ketentuan mengenai pelaksanaan rekomendasi atas hasil pemeriksaan sebelumnya.

    Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo mengungkapkan sanksi yang diberikan kepada Asuransi Jiwa Kresna tersebut ditetapkan melalui surat OJK nomor S - 342/NB.2/2020 pada tanggal 3 Agustus 2020.

    "Setelah dikenakannya sanksi ini, maka PT Asuransi Jiwa Kresna dilarang melakukan kegiatan penutupan pertanggungan baru untuk seluruh lini usaha bagi perusahaan asuransi tersebut sejak 3 Agustus 2020 sampai dengan dipenuhinya rekomendasi hasil pemeriksaan OJK," ujar Anto dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2020.

    Sebelumnya, OJK telah melakukan pemeriksaan untuk periode 2019 yang dilakukan pada Februari 2020. Pada pemeriksaan tersebut, OJK menemukan sejumlah pelanggaran yang dilakukan Asuransi Jiwa Kresna khususnya pada produk Kresna Link Investa (K-LITA).

    Dari pelanggaran tersebut, OJK melakukan tindakan pengawasan, di antaranya mewajibkan Asuransi Jiwa Kresna untuk membayar klaim yang telah diajukan oleh pemegang polis.

    Selain itu, OJK juga memerintahkan Asuransi Jiwa Kresna untuk menyusun rencana penyehatan keuangan yang memuat langkah-langkah penyehatan keuangan perusahaan, komitmen Pemegang Saham Pengendali (PSP) untuk mengatasi permasalah Asuransi Jiwa Kresna, serta rencana pembayaran klaim secara detail.

    Pada Februari 2020, untuk mencegah risiko kesulitan pembayaran klaim atas polis jatuh tempo yang lebih besar dan melindungi kepentingan pemegang polis, OJK juga memerintahkan Asuransi Jiwa Kresna untuk menghentikan produk K-LITA.

    "OJK tetap meminta manajemen dan PSP Asuransi Jiwa Kresna untuk bertanggung jawab terhadap kewajibannya kepada pemegang polis, karena ini sudah kesepakatan ataupun ikatan perdataan antara Asuransi Jiwa Kresna dengan pemegang polis," ucapnya.

    Tak hanya itu, OJK meminta Asuransi Jiwa Kresna segera menyampaikan rencana penyelesaian kewajiban Asuransi Jiwa Kresna dengan didukung sumber-sumber dana yang realistis termasuk dari penambahan modal atau sumber lain yang sah.

    "OJK juga meminta Asuransi Jiwa Kresna untuk membuka komunikasi seluas-luasnya kepada pemegang polis. OJK dalam waktu dekat akan memfasilitasi mediasi pertemuan manajemen Asuransi Jiwa Kresna dan perwakilan pemegang polis," tutup Anto.

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id