Rilis Cadangan Devisa Buat Pondasi Rupiah Menguat

    Husen Miftahudin - 07 Juli 2020 18:42 WIB
    Rilis Cadangan Devisa Buat Pondasi Rupiah Menguat
    Ilustrasi. Foto: Dok.MI
    Jakarta: Bank Indonesia (BI) baru saja merilis perkembangan posisi cadangan devisa akhir Juni 2020. Angka cadangan devisa yang dilaporkan bank sentral tersebut membuat otot-otot nilai tukar rupiah menguat hari ini, meski belum terlalu signifikan.

    BI mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2020 sebesar USD131,7 miliar. Cadangan devisa meningkat dibandingkan dengan posisi akhir Mei 2020 sebesar USD130,5 miliar. Peningkatan tersebut terutama dipengaruhi oleh penerbitan sukuk global pemerintah.

    Adapun posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 8,4 bulan impor atau 8,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

    "Cadangan devisa Indonesia mengalami peningkatan dalam tiga bulan beruntun setelah tergerus tajam di bulan Maret. Posisi cadangan devisa pada Juni bahkan mendekati rekor tertinggi sepanjang sejarah USD132 miliar yang dibukukan Januari 2018 lalu," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangan yang diterima Medcom.id, Selasa, 7 Juli 2020.

    Selain itu, ungkapnya, penguatan mata uang Garuda tersebut didorong oleh penggodokan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perjanjian Bantuan Timbal Balik Dalam Masalah Pidana antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Swiss oleh DPR. Langkah ini bertujuan agar dana yang terparkir di Bank Swiss sebanyak USD1.000 triliun bisa kembali ke Indonesia.

    "Kalau seandainya dana tersebut bisa dipindahkan, maka perekonomian Indonesia akan semakin baik. Ini akan menjadi katalis positif buat pasar, sehingga arus modal asing kembali masuk ke pasar dalam negeri," tutur Ibrahim.

    Dalam perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah ditutup mengalami penguatan. Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah menguat ke posisi Rp14.440 per USD dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya di level Rp14.490 per USD.

    Mata uang Garuda tersebut menguat 50 poin atau setara 0,35 persen. Sedangkan rentang gerak harian rupiah berada di level Rp14.395 per USD sampai Rp14.450 per USD.

    Sedangkan menukil data Yahoo Finance, rupiah diperdagangkan di level Rp14.365 per USD. Sementara menilik data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.456 per USD atau menguat signifikan sebanyak 91 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.547 per USD.

    "Dalam perdagangan besok, rupiah kemungkinan akan diperdagangkan menguat di rentang tipis di level Rp14.410 per USD sampai dengan Rp14.490 per USD," tutup Ibrahim.

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id