Permohonan Kredit Fintech Lending UangTeman Naik 40%

    Ilham wibowo - 01 April 2020 13:07 WIB
    Permohonan Kredit <i>Fintech Lending</i> UangTeman Naik 40%
    Permintaan pinjaman dari fintech lending meningkat seiring lesunya ekonomi imbas korona. Foto: Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Perusahaan PT Digital Alpha Indonesia atau UangTeman mencatat peningkatan permohonan kredit sebanyak 40 persen selama Maret 2020. Platform fintech lending atau pinjaman online ini dinilai cukup memikat masyarakat yang terdampak penyebaran virus korona atau covid-19 di Tanah Air.

    "Jumlah aplikasi (permohonan pinjaman) meningkat 30-40 persen sebulan terakhir, apakah bagus atau tidak itu depend of perspective," kata Presiden Direktur UangTeman Aidil Zulkifli dalam sebuah diskusi melalui video konferensi, Rabu, 1 April 2020.

    Fenomena kenaikan tersebut secara bisnis dalam kondisi normal sudah pasti memberikan dampak positif terutama terhadap realisasi terget pertumbuhan kredit. Perusahaan juga tak perlu banyak mengeluarkan biaya promosi produk yang ditujukan untuk masyarakat.  

    Meski demikian, Aidil mengaku pihaknya cukup khawatir dengan kondisi tersebut terutama dalam kualitas pembayaran cicilan. Meningkatnya calon nasabah terjadi itu pun justru dalam momentum seluruh lapisan masyarakat mengalami pelemahan ekonomi.

    "Banyak karyawan sudah di-PHK, kualitas kredit kemungkinan akan buruk dan kami akan memantau kualitas kredit yang berkembang di pasar," ungkapnya.

    Aidil mengklaim pihaknya telah jauh-jauh hari mengantisipasi dampak virus korona yang sebelumnya terjadi di Wuhan Tiongkok pada awal 2020. Seluruh permohonan pinjaman maksimal Rp8 juta itu pun disaring secara ketat agar mengurangi risiko gagal bayar dari nasabah.

    "Satu bulan yang lalu dua penggunaan pinjaman yang meningkat yakni dana talangan dan untuk bisnis seperti UKM untuk bisnis mereka yang melemah. Sementara penggunaan untuk pendidikan dan modal kerja stabil dan malah menurun," ungkapnya.

    Saat ini, lanjut dia, UangTeman tetap fokus dalam menyalurkan pinjaman dengan prinsip socially responsible atau bertanggung jawab sosial. Menurutnya, volume pinjaman bukan satu-satunya target untuk direalisasikan. Kemampuan nasabah perlu dipastikan bisa mengembalikan pinjaman tersebut demi meningkatkan kualitas pinjaman di masyarakat sehingga ekosistem fintech lending di Indonesia tetap solid dan sehat.

    "Teman-teman lain di fintech dan perbankan juga lagi berhati-hati dengan kredit. Kami optimistis peer to peer bisa survive dan bisa berperan di pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kami akan jadi pemain industri keuangan yang bisa meningkatkan financial inklusi ini," ujarnya.



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id