BEI Klaim Permintaan IPO Masih Tinggi di Tengah Korona

    Annisa ayu artanti - 08 April 2020 17:38 WIB
    BEI Klaim Permintaan IPO Masih Tinggi di Tengah Korona
    BEI Klaim Permintaan IPO Masih Tinggi di Tengah Korona - - Foto: Medcom/ Annisa Ayu
    Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) mengklaim minat perusahaan dalam menggalang dana di pasar saham melalui initial public offering (IPO) masih tinggi.

    Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan hari ini dua emiten baru melantai di bursa dan tiga emiten lainnya akan menyusul esok hari.

    "Berdasarkan Ernst & Yourng global report, Indonesia menempati posisi tertinggi dari jumlah yang melakukan IPO di ASEAN sampai dengan saat ini," kata Nyoman di Jakarta, Rabu, 8 April 2020.

    Ia menjelaskan banyak pertimbangan mengapa pasar modal masih menjadi instrumen pilihan perusahaan dalam menggalang dana di tengah kondisi yang tidak menentu.

    Pertama, perusahaan memang membutuhkan pendanaan untuk mengembangkan usaha. Kedua, adanya dukungan kebijakan otoritas pasar modal yang memberikan relaksasi jangka waktu umur laporan keuangan dan laporan penilai dalam rangka penawaran umum yaitu, selama dua bulan.

    "Dan yang tidak kalah pentingnya juga adalah adanya support dari investor pasar modal untuk berpartisipasi di perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana," ucapnya.

    Hingga hari ini, Nyoman menyebutkan, masih ada 22 perusahaan yang mengantre untuk melantai di bursa. Sebanyak 12 perusahaan masuk dalam kategori perusahaan skala besar, tujuh perusahaan berskala sedang, dan tiga perusahaan skala kecil.

    Adapun kategori tersebut berdasarkan total aset perusahaan. Skala besar untuk perusahaan beraset di atas Rp250 miliar, skala sedang untuk perusahaan beraset antara Rp50 miliar sampai Rp250 miliar, dan skala kecil untuk perusahaan beraset di bawah Rp50 miliar.

    Dari segi bisnis, sebanyak tujuh perusahaan bergerak di bidang trade, service, and investment. Lalu sebanyak lima perusahaan bergerak dibidang properti, real eastat, dan konstruksi bangunan.

    Kemudian, sisanya bergerak dibidang finansial, infrastruktur, untilitas, transportasi, industri makanan, industri dasar dan kimia, serta agrikultur.




    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id