Respons OJK terhadap Pembobolan Dana Nasabah di BNI KC Makassar

    Husen Miftahudin - 14 September 2021 11:18 WIB
    Respons OJK terhadap Pembobolan Dana Nasabah di BNI KC Makassar
    OJK. Foto : Mi/Ramdani.



    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) angkat bicara soal pembobolan dana deposito nasabah BNI Kantor Cabang (KC) Makassar sebesar Rp45 miliar. Dalam hal ini, regulator meminta bank bersangkutan untuk meneliti modusnya.

    "Bank harus meneliti modusnya dan kemudian melakukan perbaikan, dan tentu dilaporkan ke aparat penegak hukum. Sehingga jelas siapa yang harus bertanggung jawab untuk pengembalian dana nasabah," ucap Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo kepada Medcom.id, Selasa, 14 September 2021.

     



    Menurut Anto, hal tersebut perlu dilakukan mengingat BNI juga menjadi korban fraud yang diduga dilakukan oleh pegawainya. Ia juga menuturkan bahwa kasus ini tidak bisa digeneralisasi.

    "Karena, kejadian ini terjadi dimungkinkan para pihak bersepakat sebelumnya dan dilakukan di luar produk bank yang resmi. Atau memang terjadi unsur penipuan oleh oknum pegawai," tegas dia.

    Di sisi lain, OJK meminta seluruh pelaku industri perbankan untuk meningkatkan pengawasan internal.

    "Hal tersebut guna memastikan proses kerja pegawainya terpantau dengan baik melalui pengawasan melekat dan berjenjang," jelas Anto.

    Sementara itu, BNI melalui kuasa hukumnya Ronny LD Janis mengungkapkan bahwa pembobolan dana deposito nasabah diduga karena adanya pemalsuan bilyet deposito. Berdasarkan hasil investigasi internal BNI, bilyet deposito tersebut diduga kuat palsu karena hanya berupa cetakan hasil scan (print scanned) di kertas biasa dan bukan blanko deposito sah yang dikeluarkan oleh BNI KC Makassar.

    "Bilyet deposito tersebut juga tidak tercatat dalam sistem BNI dan tidak ditandatangani oleh pejabat yang sah. Serta, tidak ditemukan adanya setoran nasabah untuk pembukaan rekening deposito tersebut," papar Ronny.

    Sampai saat ini, Bareskrim Polri telah menetapkan pegawai BNI KC Makassar, MBS, sebagai tersangka kasus dugaan pembobolan dana deposito nasabah. Bareskrim Polri juga telah menetapkan dua orang lainnya sebagai tersangka, namun identitasnya tidak dibeberkan lebih lanjut. Berkas perkara salah satu tersangka telah dilimpahkan ke Kejaksaan.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id