Bantu Permodalan UMKM, OJK Dorong Pemanfaatan Securities Crowdfunding

    Husen Miftahudin - 05 Agustus 2021 17:26 WIB
    Bantu Permodalan UMKM, OJK Dorong Pemanfaatan <i>Securities Crowdfunding</i>
    Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani



    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan pandemi covid-19 telah memukul keberlangsungan usaha para pelaku UMKM di Indonesia. Hal ini membuat regulator mendorong UMKM untuk memanfaatkan penawaran umum efek melalui layanan urun dana berbasis teknologi informasi atau securities crowdfunding, guna membantu permodalan para pelaku UMKM.

    "Sebagai salah satu bentuk dukungan kepada UMKM, khususnya dari sektor pasar modal, OJK telah menerbitkan aturan mengenai securities crowdfunding sebagai alternatif pendanaan bagi UMKM melalui instrumen pasar modal berbasis teknologi," ucap Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen dalam acara webinar edukasi keuangan dengan tema Yuk Berinvestasi di Pasar Modal, Kamis, 5 Agustus 2021.

     



    Menilik peran UMKM di Indonesia, berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM saat ini mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap ekonomi negara atau Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 61,07 persen atau senilai Rp8.573,89 triliun.

    "UMKM juga mampu menyerap 97 persen dari total tenaga kerja yang ada, serta dapat menghimpun sampai 60,4 persen dari total investasi," paparnya.

    Adapun manfaat securities crowdfunding bagi UMKM adalah, menyediakan wadah bagi investor untuk melakukan investasi dengan skema patungan atau urunan dana dengan tujuan membantu aktivitas bisnis atau kegiatan usaha kecil seperti UMKM.

    Selanjutnya, securities crowdfunding dapat memberikan alternatif pendanaan melalui aktivitas bisnis di pasar modal berkonsep penawaran efek yang dapat dilakukan dengan tidak bertatap muka, melainkan mengandalkan aplikasi atau platform digital yang disebut financial technology securities crowdfunding.

    Kemudian, memperluas jenis pelaku usaha yang terlibat (penyelenggara) yang sebelumnya hanya terbatas badan hukum PT namun saat ini juga meliputi badan usaha seperti koperasi, CV, dan firma.

    Lalu, memberikan kesempatan yang luas bagi investor ritel untuk berinvestasi khususnya bagi investor yang berdomisili dari daerah asal UMKM yang menerbitkan securities crowdfunding untuk pengembangan ekonomi di daerahnya masing-masing.

    Hingga 3 Agustus 2021, terdapat lima penyelenggara securities crowdfunding yang telah mendapatkan izin dari OJK. Terdapat 164 penerbit atau meningkat 27,1 persen year to date (ytd) dengan dana yang dihimpun naik 64 persen (ytd) menjadi Rp313,55 miliar. Sedangkan jumlah investor mencapai 34.525 atau meningkat 54,53 persen (ytd).
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id