comscore

CIMB Niaga Syariah Optimalkan Layanan Digital saat Pandemi Covid-19

Angga Bratadharma - 10 Agustus 2021 11:04 WIB
CIMB Niaga Syariah Optimalkan Layanan Digital saat Pandemi Covid-19
Ilustrasi. FOTO: CIMB Niaga
Jakarta: Unit Usaha Syariah PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga Syariah) terus mendorong nasabah mengoptimalkan transaksi menggunakan Syariah Card secara digital. Hal ini dilakukan untuk mendukung nasabah agar dapat memenuhi beragam kebutuhan secara mudah, sehat, dan, aman di tengah pandemi covid-19.

Per 30 Juni 2021, CIMB Niaga Syariah membukukan outstanding pembiayaan dari Syariah Card sebesar Rp893 miliar atau naik 13 persen secara tahun ke tahun (yoy). CIMB Niaga Syariah juga mencatat pengguna Syariah Card sebanyak 463 ribu dengan market share sekitar 62 persen secara industri.
Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P Djajanegara mengatakan di tengah pandemi Syariah Card dapat tumbuh karena didukung meningkatnya transaksi belanja melalui platform daring atau e-commerce. Hal ini seiring perubahan pola belanja masyarakat yang lebih mengarah ke digital.

"Kami memfasilitasi nasabah untuk tetap dapat memenuhi beragam kebutuhan sesuai prinsip syariah, termasuk dalam situasi saat ini. Kami berharap nasabah lebih mudah dan produktif dalam memenuhi kebutuhannya," kata Pandji, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 10 Agustus 2021.

Sementara itu, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) atau CIMB Niaga melaporkan perolehan laba bersih konsolidasi (unaudited) sebesar Rp2,1 triliun pada semester pertama 2021 dan menghasilkan earnings per share Rp85,54. Kondisi itu dapat ditorehkan di tengah ketidakpastian akibat pandemi covid-19 yang belum berakhir.
 
Selain itu, Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M Siahaan mengatakan, CIMB Niaga membukukan pertumbuhan Return On Equity (ROE) menjadi 11,2 persen seiring peningkatan laba bersih sebesar 22,2 persen secara tahun ke tahun (yoy) menjadi Rp2,1 triliun. Pertumbuhan yang baik pada laba bersih didorong oleh peningkatan pendapatan operasional 8,7 persen yoy.
 
"Sementara biaya operasional secara umum flat, sehingga cost to income ratio turun menjadi 45,1 persen. Adapun biaya pencadangan naik sebesar 5,1 persen," pungkas Tigor.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id