Jelang Akhir Tahun, Kenali Strategi Bertahan Hadapi Tantangan Ekonomi di Masa Pandemi

    Angga Bratadharma - 28 November 2020 14:04 WIB
    Jelang Akhir Tahun, Kenali Strategi Bertahan Hadapi Tantangan Ekonomi di Masa Pandemi
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
    Jakarta: Pandemi covid-19 berpotensi mengubah tatanan ekonomi dunia lantaran efek negatifnya adalah menekan aktivitas masyarakat dan dunia usaha yang ujungnya menghantam perekonomian sebuah negara. Kekhawatiran terbesar adalah terjadinya resesi ekonomi di banyak negara.

    Data Badan Pusat Statistik menunjukkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal III-2020 minus 3,49 persen. Ini artinya Indonesia sudah memasuki masa resesi ekonomi. Saat ini, selain Indonesia, beberapa negara yang telah mengalami resesi di antaranya Amerika Serikat, Singapura, Korea Selatan, Australia, Uni Eropa, hingga Hong Kong.

    Sebetulnya, apa itu resesi ekonomi? Dan mengapa resesi perlu dihindari oleh banyak negara? Resesi ekonomi adalah suatu kondisi di mana perekonomian suatu negara mengalami penurunan selama dua kuartal berturut-turut. Hal ini ditandai dengan PDB yang minus.

    Efek dari resesi ialah ekonomi yang lesu dan hal ini berdampak pada daya beli masyarakat melemah, penghasilan merosot, rendahnya tingkat konsumsi, investasi tidak bergairah, hingga gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Kondisi tersebut tentu perlu diwaspadai.

    Selama delapan bulan sejak pandemi covid-19 masuk ke Indonesia, belum ditemukannya vaksin serta pemberlakukan PSBB di beberapa wilayah membuat tatanan kehidupan masyarakat banyak yang harus berubah. Pembatasan aktivitas membuat banyak perusahaan yang melakukan pemotongan gaji karyawan, merumahkan karyawan atau cuti di luar tanggungan.

    Bahkan perusahaan harus melakukan PHK, terjadinya kredit macet, dan penundaan ekspansi oleh pengusaha. Selama pandemi, bursa saham juga bergerak fluktuatif merespons setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam menangani pandemi covid-19.

    Mengutip Allianz Utama Indonesia, Sabtu, 28 November 2020, berikut tips untuk bertahan menghadapi tantangan ekonomi di saat pandemi covid-19 seperti sekarang, yakni:

    1. Amankan sumber penghasilan
    Pertahankan sumber penghasilan seberapapun sulitnya. Jika Anda adalah karyawan maka tunda dulu rencana resign atau pensiun dini. Sebab, dalam kondisi pandemi dan resesi, cash flow akan menyelamatkan kita di kondisi darurat, misalnya, jatuh sakit.

    Jika Anda seorang pekerja lepas dengan banyak klien atau pemberi kerja, berusaha sekuat mungkin agar kontrak tetap berjalan. Dengan demikian, penghasilan selama masa pandemi ini tetap aman. Anda juga bisa mulai mempertimbangkan alternatif penghasilan, contohnya berjualan online. Manfaatkan talenta yang dimiliki saat ini untuk menghasilkan pendapatan.

    2. Amankan dana darurat
    Masa pandemi dan resesi ekonomi adalah masa di mana ketahanan dana darurat diuji. Jika disiplin menjaga porsi dana darurat maka seberat apapun kondisi ekonomi yang dihadapi saat ini Anda dan keluarga tetap dapat melanjutkan hidup tanpa berutang.

    Untuk Anda yang lajang, para perencana keuangan umumnya menyarankan untuk menyiapkan dana darurat minimal tiga hingga enam kali pengeluaran bulanan. Sementara bagi yang telah berkeluarga, baik punya anak atau belum punya anak, idealnya menyiapkan dana darurat enam kali hingga sembilan kali pengeluaran bulanan.

    Sesuai namanya, dana darurat ini bisa digunakan untuk hal-hal mendesak, seperti biaya pengobatan jika Anda atau anggota keluarga sakit, bayar utang agar tidak macet, atau membiayai kebutuhan sehari-hari jika kehilangan pekerjaan. Dana darurat dapat disimpan dalam tabungan, deposito atau instrumen pasar uang lainnya.

    3. Hindari pengeluaran besar
    Tunda dulu segala rencana yang membutuhkan pengeluaran besar, terlebih jika itu harus mengambil dana darurat. Tanyakan ke diri sendiri sebelum belanja, keinginan atau kebutuhan Misalnya, jika Anda berencana membeli gadget puluhan juta rupiah dan berniat menggunakan dana darurat, ada baiknya rencana tersebut ditunda hingga benar-benar punya dana yang cukup untuk keperluan tersebut, tanpa mengutak-atik dana darurat.

    Sebaliknya, jika Anda memang punya rencana mendesak, contohnya menikah, dan Anda telah memiliki dana khusus untuk itu tanpa mengutak-atik dana darurat, maka boleh saja tetap melangsungkan acara tersebut.

    4. Hindari utang
    Tujuan menghindari pengeluaran besar ialah agar Anda terhindar dari utang. Di masa tidak menentu seperti sekarang ini, kita tidak tahu apakah besok masih memiliki penghasilan atau tidak, apakah penghasilan akan bertahan atau berkurang, dan sampai kapan kondisi ini akan berlangsung.

    Jadi, sebaiknya hindari diri dari kewajiban utang yang akan membuat cash flow semakin tertekan. Sebab, jika di tengah jalan tidak mampu membayar cicilan utang, maka akan menanggung bunga yang menggulung, yang lagi-lagi akan menekan arus kas.

    5. Jika kehilangan pekerjaan, segera cari sumber penghasilan baru
    Saat kehilangan pekerjaan, jangan terlalu lama larut dalam kesedihan. Cobalah mencari sumber penghasilan baru, baik membuka usaha sendiri maupun melamar pekerjaan di perusahaan lain. Jangan takut mencoba hal yang sebelumnya belum pernah dicoba.

    Dengan konsisten mengeluarkan waktu dan tenaga sama seperti yang dicurahkan sebelumnya, maka Anda sudah berada di jalur yang tepat dalam memupuk jam terbang dan keahlian. Sembari menyiapkan sumber penghasilan baru agar stabil, kendalikan pengeluaran dengan berhemat berdasarkan skala prioritas.

    Ini bermanfaat agar pengeluaran tidak lebih banyak dari pemasukan, yang bisa berakhir pada jerat utang. Yang tak kalah penting dalam menghadapi situasi tidak pasti seperti saat ini ialah memastikan asuransi kesehatan dan asuransi jiwa tetap aktif. Dengan memiliki asuransi yang aktif, maka Anda bisa bekerja dan berusaha dengan tenang, meski di tengah ketidakpastian.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id