2020, Laba Bersih Konsolidasi CIMB Niaga Turun 44% Jadi Rp2 Triliun

    Angga Bratadharma - 20 Februari 2021 08:55 WIB
    2020, Laba Bersih Konsolidasi CIMB Niaga Turun 44% Jadi Rp2 Triliun
    Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk Tigor M Siahaan. FOTO: MI/ANGGA YUNIAR



    Jakarta: PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) atau CIMB Niaga membukukan laba bersih konsolidasi (audited) sebesar Rp2 triliun di sepanjang 2020 dan menghasilkan earnings per share Rp80,72. Pencapaian laba bersih konsolidasi itu turun sebanyak 44 persen ketimbang pencapaian pada 2019 yang sebesar Rp3,64 triliun.

    Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M Siahaan mengatakan 2020 merupakan tahun yang menentukan dalam sejarah CIMB Niaga di tengah tantangan yang dihadapi industri perbankan sebagai dampak dari covid-19. Tigor menekankan tidak ada yang lebih penting pada 2020 dibandingkan dengan kelangsungan usaha.




    "Langkah tersebut kami wujudkan dengan memprioritaskan kesejahteraan karyawan, membantu nasabah agar usaha mereka dapat terus berjalan dan kebutuhan finansial tetap terpenuhi, serta turut mendukung program pemerintah dalam memulihkan perekonomian nasional," kata Tigor, dalam keterangan resminya, Sabtu, 20 Februari 2021.

    Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Loan to Deposit Ratio (LDR) CIMB Niaga tercatat masing-masing sebesar 21,92 persen dan 82,91 persen per 31 Desember 2020. Sedangkan total aset sebesar Rp280,9 triliun per 31 Desember 2020. Sementara itu, total Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp207,5 triliun dengan rasio CASA sebesar 59,62 persen.

    Adapun giro dan tabungan mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 14,1 persen secara tahun ke tahun (yoy) dan 14,4 persen secara yoy, sejalan dengan untuk mengembangkan layanan digital. Jumlah kredit yang disalurkan sebesar Rp174,8 triliun, yang utamanya dikontribusikan oleh bisnis consumer banking yang tumbuh 1,7 persen secara yoy.

    "Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tumbuh 5,9 persen secara yoy, sementara Kredit Pemilikan Mobil (KPM) meningkat sebesar 4,5 persen secara yoy," tuturnya.

    Di segmen perbankan syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga (CIMB  Niaga Syariah) mencatat total pembiayaan mencapai Rp31,9 triliun dan DPK sebesar Rp29,8 triliun per 31 Desember 2020. Lebih lanjut, per 31 Desember 2020, sebanyak 95,0 persen dari total transaksi nasabah telah dilakukan melalui layanan digital banking.

    Ke depan, masih kata Tigor, CIMB Niaga akan terus fokus pada kualitas aset, mengelola biaya, dan pertumbuhan CASA, memperbesar bisnis konsumer, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), dan melakukan inovasi terhadap layanan digital.

    "Kami juga fokus pada percepatan strategi Forward 23+ khususnya customer journey, meningkatkan produktivitas, dan mencari peluang-peluang baru di tengah pandemi covid-19," pungkas Tigor.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id