Industri Layanan Pengelolaan Kekayaan di Indonesia Diyakini Terus Tumbuh

    Angga Bratadharma - 14 November 2020 14:04 WIB
    Industri Layanan Pengelolaan Kekayaan di Indonesia Diyakini Terus Tumbuh
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
    Jakarta: PT Bank DBS Indonesia meyakini industri layanan pengelolaan kekayaan di Indonesia siap berkembang menjadi lebih besar di masa mendatang. Guna memaksimal pertumbuhan industri tersebut, perlu dilakukan digitalisasi produk kelolaan kekayaan dan menyediakan perencanaan keuangan yang memadai.

    Executive Director, Talent Rotation, Wealth Management, PT Bank DBS Indonesia, Koh Keng Swee mengatakan DBS Indonesia melakukan digitalisasi produk kelolaan kekayaan dan menyediakan perencanaan keuangan yang kuat kepada masyarakat Indonesia yang lebih luas. Harapannya industri dimaksud terus tumbuh sesuai harapan.

    "Hal ini sejalan dengan arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Indonesia untuk mempercepat digitalisasi sektor keuangan. Selain itu, bagi kami di Bank DBS Indonesia, digitalisasi internal sama pentingnya dengan digitalisasi eksternal," kata Swee, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 14 November 2020.

    Koh Keng Swee percaya industri layanan pengelolaan kekayaan  di Indonesia siap berkembang menjadi lebih besar. Swee menambahkan pihaknya terus melengkapi produk kepada masyarakat seperti obligasi lokal dan reksa dana unit trust. DBS Indonesia juga menawarkan pilihan instrumen investasi luar negeri seperti investasi syariah di pasar internasional.

    "Yang memungkinkan nasabah kami berinvestasi di pasar Amerika Serikat (AS), Hong Kong, dan Tiongkok. Selama beberapa bulan ke depan, kami berencana memperluas jangkauan ke India, serta dana yang berfokus pada tema tertentu, seperti dana global disruption dan perusahaan yang memenuhi kriteria lingkungan, sosial, dan tata kelola," tuturnya.

    Perilaku nasabah Indonesia nyaris tidak berbeda dengan nasabah di kawasan lain di Asia. Dengan kata lain, masih sangat didorong oleh transaksi, orientasi perdagangan, dan tentunya orientasi hasil, serta yang terakhir obligasi pemerintah, yang memberi imbal hasil tinggi.

    Selain itu, Indonesia yang merupakan negara dengan mayoritas penduduk Muslim, produk syariah serta solusi syariah harus semakin dipertajam untuk pasar, baik untuk investasi maupun asuransi. Namun ia tidak menampik ada sejumlah tantangan yang harus diselesaikan agar industri keuangan tumbuh lebih baik di masa mendatang.

    "Menurut saya, tugas yang paling mendesak saat ini adalah edukasi keuangan. Saya tidak membicarakannya hanya dari perspektif menghasilkan uang, namun tentang menghubungkannya dengan tujuan yang lebih tinggi dalam hidup. Lembaga keuangan memiliki peran penting dalam memulai dan memberikan arahan bagi perkembangan pada masa depan," pungkasnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id