OJK Rilis Aturan Waran Terstruktur, Ini Rinciannya

    Husen Miftahudin - 04 April 2021 15:39 WIB
    OJK Rilis Aturan Waran Terstruktur, Ini Rinciannya
    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan peraturan tentang waran terstruktur. Foto: OJK



    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan peraturan tentang waran terstruktur, tertuang dalam Peraturan OJK Nomor 8/POJK.04/2021 tentang Waran Terstruktur.

    Waran terstruktur merupakan efek yang diterbitkan oleh penerbit yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli atau menjual underlying waran terstruktur pada harga dan waktu tertentu.






    Dalam ringkasan POJK tersebut, aturan mengenai waran terstruktur ini dilatarbelakangi adanya upaya dalam mewujudkan industri pasar modal sebagai penggerak perekonomian nasional yang tangguh dan berdaya saing global melalui program pendalaman pasar dalam building block yang terdiri dari program infrastruktur sistem teknologi informasi dan pengaturan yang mendorong peningkatan basis investor domestik (demand side) dan penyediaan berbagai produk (supply side).

    "Peraturan Otoritas Jasa Keuangan tentang Waran Terstruktur akan mengatur Waran Terstruktur sebagai produk pasar modal yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pendalaman pasar serta diversifikasi instrumen investasi dan hedging di pasar modal," tulis ringkasan POJK 8/POJK.04/2021, dikutip Minggu, 4 April 2021.

    Berikut substansi pengaturan dalam POJK 8/POJK.04/2021 tentang Waran Terstruktur:

    Penerbitan Waran Terstruktur

    1. Penerbitan waran terstruktur wajib melalui penawaran umum.
    2. Penerbit yang melakukan penawaran umum waran terstruktur wajib menyampaikan pernyataan pendaftaran kepada OJK.
    3. Penawaran umum atas waran terstruktur dilarang dilakukan kecuali pernyataan pendaftaran telah menjadi efektif.
    4. Penerbit dapat menerbitkan seri baru waran terstruktur dalam periode dua tahun setelah penerbitan waran terstruktur seri perdana efektif tanpa mengajukan pernyataan pendaftaran baru.
    5. Penerbitan waran terstruktur oleh penerbit wajib memenuhi kriteria:
    a) nilai minimum penerbitan setiap seri waran terstruktur adalah Rp5 miliar;
    b) waran terstruktur yang diterbitkan oleh penerbit adalah waran terstruktur dengan agunan;
    c) waran terstruktur yang diterbitkan oleh penerbit dicatatkan dan diperdagangkan di Bursa Efek; dan
    d) waran terstruktur disimpan dalam penitipan kolektif di Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian.

    Efek Underlying Waran Terstruktur

    1. Efek yang dapat menjadi underlying waran terstruktur adalah:
    a) Efek bersifat ekuitas berupa saham perusahaan tercatat; atau
    b) Efek lain yang ditetapkan oleh OJK.
    2. Efek bersifat ekuitas berupa saham perusahaan tercatat yang menjadi underlying waran terstruktur harus memenuhi kriteria:
    a) saham dari perusahaan tercatat yang memiliki pengendali;
    b) termasuk dalam daftar efek yang memenuhi kriteria efek bersifat ekuitas berupa saham yang dapat menjadi underlying waran terstruktur yang dikeluarkan oleh Bursa Efek; dan
    c) jumlah keseluruhan waran terstruktur yang diterbitkan dan ditransaksikan maksimal berjumlah 50 persen dari total kepemilikan saham tanpa warkat di bawah lima persen tidak termasuk saham yang telah dibeli kembali oleh perusahaan tercatat.

    Penerbit Waran Terstruktur

    1. Pihak yang dapat menjadi penerbit waran terstruktur adalah perusahaan efek yang merupakan Anggota Bursa Efek.
    2. Perusahaan efek yang akan menerbitkan waran terstruktur wajib memenuhi kriteria:
    a) memiliki modal kerja bersih disesuaikan paling sedikit sebesar Rp250 miliar berdasarkan pemeriksaan Bursa Efek;
    b) memiliki laporan keuangan dengan ketentuan tidak mencatatkan ekuitas negatif dalam satu tahun buku terakhir; dan
    c) menjadi liquidity provider waran terstruktur untuk setiap seri waran terstruktur yang diterbitkan.
    3. Penerbit waran terstruktur dilarang menjadikan saham yang diterbitkannya sebagai underlying waran terstruktur.

    Perdagangan Atas Waran Terstruktur

    1. Pihak yang dapat menyelenggarakan kegiatan perdagangan waran terstruktur wajib merupakan Bursa Efek yang telah mendapatkan izin usaha dari OJK.
    2. Pihak yang dapat menyelenggarakan kegiatan kliring dan penjaminan transaksi waran terstruktur dan penjaminan penyelesaian waran terstruktur pada saat jatuh tempo wajib merupakan Lembaga Kliring dan Penjaminan yang telah mendapatkan izin usaha dari OJK.
    3. Pihak yang dapat menyelenggarakan penyimpanan dan penyelesaian transaksi waran terstruktur dan penyelesaian waran terstruktur pada saat jatuh tempo wajib merupakan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian yang telah mendapatkan izin usaha dari OJK.
    4. Transaksi waran terstruktur pada pasar sekunder yang diperdagangkan di Bursa Efek dan penyelesaian transaksi waran terstruktur pada saat jatuh tempo merupakan transaksi bursa yang wajib dijamin oleh Lembaga Kliring dan Penjaminan sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai penjaminan penyelesaian transaksi bursa.
    5. Dalam rangka melakukan penjaminan atas waran terstruktur pada saat jatuh tempo, Lembaga Kliring dan Penjaminan wajib melakukan penguasaan atas agunan yang ditempatkan oleh penerbit.

    Peraturan Penyelenggaraan Transaksi Atas Waran Terstruktur

    Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, serta Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian wajib mengatur perdagangan, penjaminan, hingga penyelesaian waran terstruktur.

    Kewajiban Pelaporan bagi Penerbit Waran Terstruktur

    Penerbit waran terstruktur diwajibkan untuk menyampaikan laporan kepada OJK yaitu:
    a) perubahan informasi dalam prospektus dan term sheet paling lambat dua hari kerja setelah terjadinya perubahan;
    b) laporan keuangan tengah tahunan penerbit disampaikan paling lambat pada akhir bulan pertama setelah tanggal laporan keuangan tengah tahunan;
    c) laporan keuangan tahunan penerbit disampaikan paling lambat pada akhir bulan ketiga setelah tanggal laporan keuangan tahunan; dan
    d) perhitungan penyesuaian atas rasio konversi dan harga pelaksanaan sesuai dengan kebijakan penyesuaian yang telah ditetapkan pada saat penerbitan waran terstruktur, dalam hal terdapat rencana tindakan korporasi dari perusahaan tercatat yang efek-nya menjadi underlying waran terstruktur yang telah diumumkan di publik yang mengakibatkan perubahan atas harga dan jumlah saham dari underlying waran terstruktur, paling lambat dua hari kerja sebelum penyesuaian menjadi berlaku.

    "Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 8/POJK.04/2021 tentang Waran Terstruktur ini ditetapkan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso pada 17 Maret 2021, dan mulai berlaku pada tanggal diundangkan yakni pada 19 Maret 2021 oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly," tutup POJK tersebut.
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id