OJK Minta Industri Asuransi Kian 'Mesra' dengan Perbankan

    Angga Bratadharma - 19 November 2020 15:41 WIB
    OJK Minta Industri Asuransi Kian 'Mesra' dengan Perbankan
    Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK Riswinandi. FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma
    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta industri asuransi mengambil peluang seiring kian eratnya singgungan bisnis antara asuransi dengan industri perbankan di Indonesia. Kolaborasi efektif antara dua industri tersebut menjadi penting agar inklusi keuangan terus meningkat terutama akses asuransi kepada masyarakat semakin luas.

    Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK Riswinandi mengatakan OJK telah menerbitkan aturan tentang saluran pemasaran produk asuransi sebagai rambu-rambu yang diharapkan dipatuhi oleh perusahaan asuransi. Kepatuhan penting karena berkaitan dengan kerja sama kepada berbagai pihak dalam rangka memasarkan produk.

    "Melalui kerja sama antara perusahaan asuransi dengan berbagai pihak, aspek masyarakat terhadap pelayanan asuransi diharapkan semakin terbuka lebar dan tentu ini juga untuk mendorong peningkatan penetrasi asuransi di Indonesia," kata Riswinandi, saat webinar bertajuk 'Ekspektasi Dunia Usaha dan Perbankan terhadap Industri Asuransi', Kamis, 19 November 2020.

    Dirinya menambahkan peraturan yang sudah dikeluarkan tentang saluran pemasaran produk asuransi diharap menjadi acuan bagi perusahaan asuransi sehingga kerja sama pemasaran produk dapat terselenggara secara baik. Kondisi itu tentunya dengan mengedepankan aspek perlindungan konsumen.

    "Selain literasi keuangan terhadap konsumen akhirnya juga mendorong inklusi keuangan. Kita juga sedang mendalami aturan-aturan yang erat kaitannya untuk memberikan perlindungan terhadap konsumen," kata Riswinandi.

    Ia mengungkapkan di tengah perkembangan industri jasa keuangan yang kompleks maka tingkat keterikatan industri asuransi dengan industri jasa keuangan lainnya semakin meningkat. Bahkan, kinerja perusahaan asuransi akan memberikan efek terhadap sektor jasa keuangan yang lain terutama dengan industri perbankan.

    Di antara keterikatan antara industri asuransi dengan industri perbankan yakni produk asuransi kredit. "Salah satu di antaranya terkait pemasaran produk asuransi kredit oleh perusahaan asuransi kepada bank. Penyaluran kredit berperan penting dan pemerintah sudah mempermudah penyaluran kredit melalui pelaku usaha dengan utamanya kepada UMKM," tuturnya.

    Selain itu singgungan lainnya antara industri asuransi dengan industri perbankan yakni pemasaran produk asuransi yang dipasarkan melalui perbankan atau lazim dikenal dengan sebutan bancassurance. Sebelum pandemi, jalur distribusi bancassurance memiliki kontribusi besar terhadap total premi industri asuransi di Indonesia.

    "Bancassurance merupakan salah satu saluran pemasaran yang paling dominan setelah kita juga tahu ada pemasaran menggunakan agen asuransi," ucapnya.

    Di sisi lain, Riswinandi mengingatkan kepada pelaku asuransi agar menyesuaikan dengan perubahan yang tengah terjadi sekarang ini. Pasalnya, penggunaan teknologi digital oleh masyarakat terus meningkat di tengah pandemi covid-19, ditambah dengan penerapan pembatasan mobilitas guna menekan penyebaran covid-19.

    Dirinya mengutip hasil riset yang dilakukan oleh Google dan Temasek di mana terdapat penambahan 47 juta pengguna internet di wilayah Asia Tenggara. Dari jumlah itu, sebanyak 93 persen menyatakan akan tetap menggunakan digital usai periode pandemi covid-19 berakhir. Kondisi ini tentu harus bisa disesuaikan oleh industri asuransi di Indonesia.

    "Dengan demikian proses pemasaran produk asuransi kepada masyarakat harus dilakukan secara lebih efisien dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi. Karena itu para pihak yang terlibat dalam pemasaran produk asuransi perlu untuk melihat sejauh mana kesesuaian produk asuransi yang sudah dijalankan dengan preferensi dari konsumen," pungkasnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id