Rupiah Pagi Tergilas Dolar AS

    Angga Bratadharma - 19 November 2020 09:32 WIB
    Rupiah Pagi Tergilas Dolar AS
    Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO
    Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Kamis pagi terpantau melemah ketimbang hari sebelumnya di posisi Rp14.070 per USD. Mata uang Garuda tertekan seiring mulai pudarnya katalis positif seperti euforia kemenangan Joe Biden dalam Pilpres AS dan berita tentang kandidat vaksin covid-19.

    Mengutip Bloomberg, Kamis, 19 November 2020, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka tertekan ke Rp14.080 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.080 hingga Rp14.095 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.918 per USD.

    Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat melemah pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), karena pelaku pasar mempelajari berita terbaru tentang kandidat vaksin covid-19. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,11 persen menjadi 92,3153.

    Pada akhir perdagangan New York, euro tidak berubah pada penutupan di USD1,1864 dari USD1,1864 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris naik menjadi USD1,3280 dari USD1,3258 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7320 dari USD0,7304.

    Dolar AS dibeli 103,81 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 104,20 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9102 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9105 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3047 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3084 dolar Kanada.

    Di sisi lain, indeks saham utama Wall Street tumbang pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Tekanan terjadi karena investor cemas dengan kekhawatiran atas melonjaknya kasus infeksi covid-19 di Amerika Serikat.

    Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 344,93 poin atau 1,16 persen menjadi 29.438,42. S&P 500 turun 41,74 poin atau 1,16 persen menjadi 3.567,79. Indeks Komposit Nasdaq turun 97,74 poin atau 0,82 persen menjadi 11.801,60.

    Semua 11 sektor utama S&P 500 mundur, dengan sektor energi ditutup turun 2,88 persen, memimpin penurunan. Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih rendah, dengan delapan dari 10 saham teratas menurut bobot di indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram.

    Pergerakan pasar yang negatif terjadi ketika kasus virus korona baru terus meningkat di Amerika Serikat. Pejabat Kota New York mengatakan sistem sekolah umum akan ditutup dalam upaya untuk menahan meningkatnya kasus penyebaran covid-19. 

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id