Kuartal III, Utang Luar Negeri RI Rp5.023 Triliun

    Suci Sedya Utami - 16 November 2020 11:32 WIB
    Kuartal III, Utang Luar Negeri RI Rp5.023 Triliun
    Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
    Jakarta: Bank Indonesia (BI) merilis posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir kuartal III 2020 tercatat sebesar USD408,5 miliar atau setara Rp5.023 triliun (asumsi kurs Rp14.500 per USD). Posisi tersebut tumbuh sebesar 3,8 persen, menurun dibandingkan pertumbuhan kuartal sebelumnya yang sebesar 5,1 persen (year on year/yoy).

    Besaran pada akhir kuartal ketiga terdiri dari ULN sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral) sebesar USD200,2 miliar dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar USD208,4 miliar. ULN Pemerintah tumbuh melambat dibandingkan kuartal sebelumnya.

    Pada akhir triwulan ketiga, ULN Pemerintah tercatat sebesar USD197,4 miliar atau tumbuh 1,6 persen (yoy), menurun dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal sebelumnya sebesar 2,1 persen (yoy).

    Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan perlambatan pertumbuhan ini sejalan dengan penyesuaian portofolio di pasar surat berharga negara (SBN) Indonesia oleh investor asing akibat masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

    Namun demikian, perlambatan ULN tersebut tertahan oleh penerbitan Samurai Bond di pasar keuangan Jepang, dan penarikan sebagian komitmen pinjaman dari lembaga multilateral pada triwulan ketiga yang merupakan bagian dari strategi Pemerintah dalam menjaga portofolio pembiayaan untuk menangani pandemi covid-19 dan pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

    "ULN Pemerintah tetap dikelola secara hati-hati, kredibel, dan akuntabel untuk mendukung belanja prioritas yang di antaranya mencakup sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,7 persen dari total ULN Pemerintah), sektor konstruksi (16,6 persen), sektor jasa pendidikan (16,5 persen), sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (11,8 persen), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (11,5 persen)," kata Onny, Senin, 16 November 2020.

    Demikian juga dengan ULN swasta tumbuh lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya. Pertumbuhan ULN swasta pada akhir kuartal ketiga tercatat enam persen (yoy), menurun dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 8,4 persen (yoy).

    Perkembangan ini didorong oleh melambatnya pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (PBLK) serta berlanjutnya kontraksi ULN lembaga keuangan (LK). Pada akhir ketiga, pertumbuhan ULN PBLK tercatat 8,1 persen (yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan kuartal sebelumnya sebesar 11,6 persen (yoy).

    Sementara itu, ULN lembaga keuangan mencatat kontraksi yang berkurang menjadi sebesar satu persen (yoy) dari kontraksi pada triwulan sebelumnya yang tercatat 1,8 persen (yoy). Berdasarkan sektornya, ULN terbesar dengan pangsa mencapai 77,4 persen dari total ULN swasta bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin (LGA), sektor pertambangan dan penggalian, serta sektor industri pengolahan.

    Lebih lanjut, Onny menambahkan secara umum struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir kuartal ketiga sebesar 38,1 persen, sedikit meningkat dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya sebesar 37,4 persen.  Sementara itu, struktur ULN Indonesia yang tetap sehat tercermin dari besarnya pangsa ULN berjangka panjang yang mencapai 89,1 persen dari total ULN.

    "Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya" jelas Onny.

    Ia menambahkan, peran ULN juga akan terus dioptimalisasi dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian. 

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id