Inflasi 2020 Rendah, BI akan Jaga Inflasi 2-4% Tahun Ini

    Husen Miftahudin - 05 Januari 2021 10:10 WIB
    Inflasi 2020 Rendah, BI akan Jaga Inflasi 2-4% Tahun Ini
    Ilustrasi Bank Bukopin - - Foto: dok Bukopin
    Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyatakan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada 2020 tercatat rendah 1,68 persen (yoy). Angka tersebut berada di bawah kisaran sasaran tiga persen plus minus satu persen.

    Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menjelaskan inflasi yang rendah sepanjang 2020 tersebut dipengaruhi oleh permintaan domestik yang belum kuat. Hal ini sebagai dampak atas mewabahnya pandemi covid-19.

    "Selain itu juga karena pasokan yang memadai serta sinergi kebijakan antara Bank Indonesia dan pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah dalam menjaga kestabilan harga," ungkap Erwin dalam keterangan persnya dikutip dari laman resmi BI, Selasa, 5 Januari 2021.

    Oleh karena itu, ke depan bank sentral akan konsisten menjaga inflasi di kisaran sasaran tiga persen plus minus satu persen, yakni sekitar dua hingga empat persen pada 2021.

    Adapun IHK Desember 2020 yang terkendali mendorong capaian inflasi tahun 2020 yang rendah. Secara bulanan, inflasi IHK pada Desember 2020 mencapai 0,45 persen (mtm), meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 0,28 persen (mtm). Inflasi tersebut lebih rendah dari rerata inflasi Desember lima tahun sebelumnya sebesar 0,67 persen (mtm).

    Berdasarkan komponennya, inflasi inti tercatat 0,05 persen (mtm), relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,06 persen (mtm). Inflasi kelompok administered prices terjaga rendah sebesar 0,35 persen (mtm), meskipun sesuai pola musiman akhir tahun meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 0,16 persen (mtm).


    "Sementara itu, inflasi kelompok volatile food tercatat 2,17 persen (mtm), lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi November 2020 sebesar 1,31 persen (mtm), sejalan pola musiman akhir tahun," paparnya.

    Dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK tercatat melambat pada 2020 dan melanjutkan tren penurunan sejak 2017. Perkembangan inflasi pada 2020 tersebut dipengaruhi oleh inflasi inti yang tercatat rendah sebesar 1,60 persen (yoy), sejalan dengan pengaruh permintaan domestik yang belum kuat. Inflasi inti yang rendah juga didukung oleh kebijakan Bank Indonesia dalam pembentukan inflasi.

    Inflasi kelompok administered prices juga tercatat rendah sebesar 0,25 persen (yoy), sejalan dengan mobilitas masyarakat yang masih terbatas dan upaya Pemerintah menurunkan harga energi guna mendorong daya beli masyarakat. Sementara itu, inflasi kelompok volatile food terkendali sebesar 3,62 persen (yoy), didukung oleh permintaan yang belum kuat dan pasokan yang memadai, meskipun terdapat tekanan musiman pada akhir tahun.

    "Selain itu, Bank Indonesia dan pemerintah di tingkat pusat maupun daerah tetap bersinergi untuk menjaga kestabilan harga," pungkas Erwin.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id