Fed Belum Perlu Ubah Suku Bunga Acuan

    Angga Bratadharma - 24 Februari 2020 11:27 WIB
    Fed Belum Perlu Ubah Suku Bunga Acuan
    Gedung The Fed. FOTO: AFP
    Atlanta: Presiden Federal Reserve Atlanta Raphael Bostic berpandangan tidak ada kebutuhan untuk mengubah tingkat suku bunga acuan di kondisi saat ini. Dalam konteks tersebut, Fed berharap tidak ada peningkatan risiko yang imbasnya suku bunga acuan bisa tetap berada di levelnya sekarang ini.

    "Ada banyak skenario berbeda tentang apa yang akan terjadi antara sekarang dan di Juni atau Juli. Harapan awal saya adalah bahwa ekonomi tidak akan melihat risiko yang meningkat dan itu (suku bunga AS) akan tetap stabil, jadi kami tidak perlu melakukan apapun," kata Raphael, seperti dikutip dari CNBC, Senin,  24 Februari 2020.

    "Tapi fokus saya adalah pada hari ini dan apa yang kita ketahui hari ini dan apa yang kita ketahui minggu depan ketika data masuk. Jika kita melihat lebih banyak kelemahan dari yang diharapkan, maka saya akan terbuka untuk bergerak (mengubah suku bunga acuan). Tapi itu bukan harapan saya," tambahnya.

    Meski ia bukan pemilih tahun ini di Komite Pasar Terbuka Federal, namun Bostic merupakan salah satu orang yang masuk ke dalam proses pengambilan keputusan. Sejauh ini, the Fed berharap situas dan kondisi perekonomian Amerika Serikat (AS) tetap sehat sehingga perubahan suku bunga acuan tidak diperlukan.

    Sedangkan Presiden Fed St Louis James Bullard mengaku bahwa dia tidak melihat kemungkinan adanya pemangkasan suku bunga acuan. Lebih lanjut, Bostic memiliki pandangan yang sama dengan Bullard bahwa virus korona akan menjadi serangan jangka pendek bagi perekonomian.

    "Saya tidak memiliki impuls untuk berpikir bahwa kita perlu melakukan sesuatu yang berbeda dengan sikap kebijakan kita daripada yang kita lakukan hari ini," kata Bostic.

    Sebelumnya, Federal Reserve AS atau bank sentral Amerika Serikat (AS) pada Januari 2020 membiarkan suku bunga acuannya tidak berubah dan mempertahankan sikap menunggu dan melihat. Keputusan itu diambil setelah menyelesaikan pertemuan kebijakan moneter pertamanya pada 2020.
     
    "Komite menilai bahwa sikap kebijakan moneter saat ini sesuai untuk mendukung ekspansi berkelanjutan kegiatan ekonomi, kondisi pasar tenaga kerja yang kuat, dan inflasi yang kembali ke tujuan simetris Komite dua persen," kata the Fed dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan, merujuk pada komite pembuat kebijakan bank sentral.
     
    The Fed mencatat bahwa kegiatan ekonomi AS telah meningkat pada tingkat moderat sejak pertemuan terakhir pada Desember dengan pengeluaran rumah tangga meningkat pada kecepatan sedang, sementara investasi tetap bisnis dan ekspor tetap lemah.

    "Komite akan terus memantau implikasi informasi yang masuk untuk prospek ekonomi, termasuk perkembangan global dan tekanan inflasi yang diredam, ketika bank menilai jalur yang tepat dari kisaran target suku bunga dana federal," kata the Fed.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id