Pemotongan Suku Bunga oleh Bank Sentral Dinilai Belum Cukup

    Angga Bratadharma - 24 Agustus 2019 17:06 WIB
    Pemotongan Suku Bunga oleh Bank Sentral Dinilai Belum Cukup
    Ilustrasi (Foto: RBS)
    India: Ketika ekonomi global terancam bakal melambat, bank sentral di seluruh dunia mulai memangkas suku bunga acuan. Tetapi, langkah pemotongan suku bunga acuan mungkin tidak cukup untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di beberapa negara berkembang di Asia.

    Ekonom Societe Generale India Kumar Kundu menjelaskan pengeluaran pemerintah yang lebih besar, di samping suku bunga yang lebih rendah, dapat lebih efektif memicu pertumbuhan. hal itu pada saat sentimen bisnis telah sangat terpukul oleh perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok yang hingga kini masih berlangsung.

    "Lebih banyak pengeluaran pemerintah diperlukan untuk mengangkat kegiatan ekonomi," ungkap Kundu, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 24 Agustus 2019.

    Memotong suku bunga acuan akan menurunkan biaya pinjaman dan meningkatkan pasokan uang dalam perekonomian. Kondisi itu biasanya mendorong konsumen dan bisnis untuk membelanjakan dan berinvestasi lebih banyak. Sedangkan peningkatan pengeluaran pemerintah dapat menciptakan permintaan barang dan jasa, yang mendorong aktivitas ekonomi.

    Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fun (IMF) menilai selain perang perdagangan antara dua ekonomi teratas dunia, prospek pertumbuhan global juga dilanda ketidakpastian seputar Brexit dan inflasi yang lemah. Kesemuanya patut diwaspadai dan harus segera diantisipasi agar tidak menimbulkan efek negatif lebih luas.

    Ahli Strategi Pasar Negara Berkembang TD Securities Mitul Kotecha sepakat bahwa ancaman ekonomi itu membuat otoritas kesulitan hanya bergantung pada kebijakan moneter guna mengangkat pertumbuhan ekonomi.

    "Saya pikir (penurunan suku bunga) akan membantu, tetapi apakah itu akan cukup untuk melawan tekanan perdagangan negatif dan perlambatan pertumbuhan global. Dan dampaknya masih bisa diperdebatkan. Tampaknya sulit untuk melihat pelonggaran moneter saja dapat menahan tekanan ini," ungkap Kotecha.

    Pada Agustus, bank sentral di India, Thailand, Filipina, dan Selandia Baru telah memangkas suku bunga acuan mereka. Pemotongan suku bunga Bank of Thailand adalah yang pertama dalam empat tahun, sementara pelonggaran Bank Sentral Selandia Baru yang lebih besar dari yang diperkirakan membawa suku bunga kredit ke level terendah sepanjang masa yakni satu persen.

    Menteri Keuangan Thailand mengumumkan paket pembelanjaan pemerintah yang direncanakan USD10,2 miliar. Alokasi itu untuk menghadapi perlambatan dari perang perdagangan AS-Tiongkok dan meningkatnya kekuatan baht Thailand. Namun, proposal belum disetujui oleh kabinet.

    "Anda mungkin melihat pemerintah mengintensifkan pengeluaran fiskal di samping tingkat yang lebih rendah. Saya pikir akan ada tekanan pada pemerintah di seluruh Asia untuk meningkatkan pengeluaran fiskal melalui infrastruktur dan langkah-langkah fiskal lainnya," pungkas Kotecha.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id