Emas Dunia Perpanjang Kerugian

    Antara - 20 Agustus 2019 07:32 WIB
    Emas Dunia Perpanjang Kerugian
    Ilustrasi (FOTO: AFP)
    Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange memperpanjang kerugiannya pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Kondisi itu terjadi karena pasar saham sebagian besar menguat di seluruh dunia.

    Mengutip Antara, Selasa, 20 Agustus 2019, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun USD12 atau 0,79 persen menjadi USD1.511,60 per ons. Harga emas jatuh lebih jauh selama perdagangan elektronik berikutnya.

    Emas dan ekuitas biasanya bergerak berlawanan arah. Ketika indeks acuan saham naik maka emas berjangka akan turun, karena investor akan lebih memilih saham daripada safe-haven emas di tengah meningkatnya selera risiko. USD yang lebih kuat juga menambah tekanan.

    Indeks USD, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,11 persen menjadi 98,25 menjelang penyelesaian perdagangan emas. Ketika dolar AS menguat, emas akan turun karena emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

    Emas berjangka menghentikan kenaikan beruntun beberapa hari terakhir dengan ditutup lebih rendah pada perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena pasar ekuitas AS meningkat dan dolar AS menguat.

    Meskipun turun, selama sepekan lalu logam mulia ini membukukan kenaikan mingguan ketiga berturut-turut karena kekhawatiran tentang meningkatnya ketegangan perdagangan dan kemungkinan resesi global.

    Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 18,2 sen atau 1,06 persen menjadi USD16,94 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Oktober naik sebanyak USD5,3 atau 0,62 persen menjadi USD856,80 per ons.

    Di sisi lain,  indeks Dow Jones Industrial Average naik 249,78 poin atau 0,96 persen, menjadi 26.135,79 poin. Indeks S&P 500 bertambah 34,97 poin atau 1,21 persen, menjadi 2.923,65 poin. Indeks Komposit Nasdaq naik 106,82 poin atau 1,35 persen, menjadi 8.002,81 poin.

    Indeks acuan S&P 500 memulihkan sebagian besar kerugiannya setelah inversi singkat kurva imbal hasil antara surat utang Pemerintah AS dua tahun dan 10 tahun pada Rabu 14 Agustus yang biasanya dipandang sebagai indikator resesi dalam dua tahun ke depan. Setelah jatuh hampir tiga persen pada hari yang sama, S&P 500 telah meningkat selama tiga sesi terakhir.

    Bank sentral Tiongkok meluncurkan reformasi suku bunga utama pada Sabtu 17 Agustus untuk membantu mengarahkan biaya pinjaman lebih rendah bagi perusahaan. Pada Minggu 18 Agustus, Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz menyatakan bahwa Berlin dapat menyediakan hingga 50 miliar euro (USD55 miliar) pengeluaran tambahan.
     



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id