Pasar Saham AS Merekah

    Angga Bratadharma - 26 Oktober 2019 07:14 WIB
    Pasar Saham AS Merekah
    Ilustrasi. AFP PHOTO/Bryan R Smith
    New York: Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup lebih tinggi pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Penguatan dapat terjadi karena investor mencerna sejumlah campuran pendapatan perusahaan kuartal ketiga, termasuk dari Intel dan Amazon, serta data sentimen konsumen AS terbaru.

    Mengutip Xinhua, Sabtu, 26 Oktober 2019, indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 152,53 poin atau 0,57 persen menjadi 26.958,06. Sedangkan S&P 500 naik 12,26 poin atau 0,41 persen menjadi 3.022,55. Sementara indeks Komposit Nasdaq naik 57,32 poin atau 0,70 persen menjadi 8.243,12.

    Sebanyak tujuh dari 11 sektor S&P 500 utama diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar, dengan sektor teknologi informasi naik 1,2 persen, memimpin para pemenang. Mayoritas dari 30 saham unggulan di Dow memperpanjang kenaikan di sekitar bel penutupan, dengan saham Caterpillar naik 4,39 persen, di antara yang berkinerja terbaik.

    Saham Intel naik 8,10 persen, setelah perusahaan membukukan laba kuartalan yang mengalahkan ekspektasi pasar. Intel juga melaporkan pedoman kuartal keempat yang lebih kuat dari perkiraan. Saham Amazon turun 1,09 persen, setelah raksasa e-commerce melaporkan laba kuartalan yang jauh dari perkiraan analis, di antaranya laba bersih merosot 26 persen yoy.

    Sentimen investor juga diredam oleh pedoman pendapatan kuartal keempat perusahaan, yang ditetapkan dalam kisaran USD80-86,5 miliar atau jatuh jauh di bawah ekspektasi pasar. Sejauh ini, lebih dari 38 persen perusahaan S&P 500 telah merilis laba kuartal ketiga, dengan 78 persen melaporkan hasil di atas perkiraan analis, mengutip FactSet.

    Di sisi ekonomi, indeks sentimen akhir Universitas Michigan naik menjadi 95,5 dibandingkan dengan posisi 93,2 pada September, dalam survei konsumen. Dalam hal ini, ketidakpastian yang ada di ekonomi AS diharapkan bisa segera hilang agar pertumbuhan yang lebih baik bisa terjadi di masa mendatang.

    "Berbagai sumber ketidakpastian akan membuat konsumen fokus pada potensi ancaman terhadap optimisme mereka yang berlaku, dengan ancaman paling kritis yang secara signifikan dapat mengurangi pekerjaan dan prospek pendapatan mereka," kata Kepala Ekonom Survei Pelanggan Richard Curtin.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id