Bursa Saham Inggris Rontok

    Antara - 22 November 2019 09:45 WIB
    Bursa Saham Inggris Rontok
    Ilustrasi. AFP PHOTO/Tolga AKMEN
    London: Bursa saham Inggris berakhir melemah pada perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Saham London turun 0,33 persen atau 23,94 poin, menjadi 7.238,55 poin.

    Mengutip Antara, Jumat, 22 November 2019, Johnson Matthey, perusahaan ilmu pengetahuan dan kimia global, mencatat kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya jatuh 7,06 persen.

    Diikuti oleh saham perusahaan tambang logam mulia berbasis di Meksiko, Fresnillo, yang turun 3,36 persen, serta perusahaan tembakau multinasional Inggris, Imperial Brands, berkurang 2,94 persen.

    Sementara itu, Centrica, perusahaan energi dan jasa multinasional Inggris, melonjak 9,11 persen, menjadi peraih keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan. Disusul oleh perusahaan rokok terkemuka British American Tobacco dan perusahaan ritel multinasional Inggris Kingfisher, yang masing-masing naik sebesar 3,86 persen dan 1,80 persen.

    Di sisi lain, pasar saham Amerika Serikat berakhir lebih rendah atau tergelincir pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), dikarenakan rilis data yang lemah. Di sisi lain, perang dagang yang masih berkecamuk antara AS dan Tiongkok tetap memberikan beban tersendiri yang memicu Wall Street sulit melambung bebas.

    Indeks Dow Jones Industrial Average turun 54,80 poin atau 0,20 persen menjadi 27.766,29. Sedangkan S&P 500 turun 4,92 poin atau 0,16 persen menjadi 3.103,54. Sementara indeks Komposit Nasdaq turun 20,52 poin atau 0,24 persen menjadi 8.506,21.

    Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih rendah, dengan real estat turun 1,39 persen, memimpin para penghambat. Sedangkan sektor energi ditutup naik sebanyak 1,63 persen, kelompok dengan kinerja terbaik.

    Di depan data, dalam pekan yang berakhir 16 November, klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, tercatat 227 ribu, tidak berubah dari tingkat revisi minggu sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja melaporkan. Ekonom yang disurvei oleh MarketWatch telah memperkirakan klaim baru dengan total 218 ribu setelah penyesuaian musiman.

    Angka itu juga mewakili level tertinggi sejak 22 Juni, menunjukkan beberapa pelemahan di pasar tenaga kerja. Sementara itu, indeks ekonomi utama untuk Amerika Serikat turun 0,1 persen pada Oktober menjadi 111,7, menyusul penurunan 0,2 persen pada September dan Agustus, menurut laporan oleh The Conference Board.

    "Penurunan ini didorong oleh pelemahan dalam pesanan baru untuk manufaktur, rata-rata jam mingguan, dan klaim asuransi pengangguran," kata Analis Senior The Conference Board Ataman Ozyildirim. Pedagang juga terus mengawasi pembaruan terkait perdagangan global.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id