Survei: Chief Financial Officers Prediksi Ekonomi AS Turun

    Angga Bratadharma - 11 Januari 2020 17:02 WIB
    Survei: <i>Chief Financial Officers</i> Prediksi Ekonomi AS Turun
    Ilustrasi. FOTO: AFP/Brendan Smialowski
    Washington: Menurut survei yang baru dirilis terungkap sebanyak 97 persen dari kepala keuangan atau Chief Financial Officers (CFO) di perusahaan-perusahaan besar di Amerika Utara berpandangan penurunan ekonomi Amerika Serikat (AS) bisa terjadi pada akhir 2020. Kondisi tersebut tentu patut diwaspadai dan segera diantisipasi agar tidak terjadi.

    Secara keseluruhan, sebanyak 12 persen CFO percaya penurunan ekonomi telah dimulai, dan sebanyak 14 persen mengatakan mereka sudah melihat tanda-tanda penurunan dalam operasi perusahaan mereka, survei Sinyal CFO Deloitte untuk kuartal keempat 2019 menunjukkan.

    Mengutip Xinhua, Sabtu, 11 Januari 2020, sebanyak 82 persen CFO mengatakan mereka telah mengambil setidaknya satu tindakan defensif sebagai respons atau mengantisipasi terhadap penurunan, jauh di angka 54 persen yang melakukan tindakan defensif pada kuartal pertama 2019.

    "Hanya tiga persen CFO yang tidak mengharapkan atau melihat tanda-tanda perlambatan atau resesi (ekonomi AS)," ungkap survei itu.

    Survei juga menunjukkan CFO semakin prihatin tentang dampak ekonomi dari ketegangan perdagangan, gejolak politik, dan permintaan konsumen yang melambat. Survei dilakukan pada 11-22 November, mencari tanggapan dari 147 CFO perusahaan besar di Amerika Utara yang sebagian besar memiliki pendapatan tahunan lebih dari USD3 miliar.

    Sementara itu, Bank Dunia atau World Bank memperkirakan pertumbuhan ekonomi global pulih menjadi 2,5 persen pada 2020 atau naik sedikit dari pencapaian 2019 yang tercatat tumbuh 2,4 persen. Meski demikian, Bank Dunia melihat risiko penurunan pertumbuhan ekonomi masih tetap ada.

    Dalam laporan 'Prospek Ekonomi Global' semi-tahunan yang baru dirilis, Bank Dunia mengatakan, pemulihan diyakini bisa terjadi karena ada beberapa peristiwa yang memberikan katalis positif seperti redanya ketegangan perdagangan yang membuat ketidakpastian mulai mereda.

    Pertumbuhan di pasar negara berkembang diperkirakan meningkat menjadi 4,1 persen di 2020 dari 3,5 persen di 2019. Sementara pertumbuhan di negara maju diperkirakan melambat menjadi 1,4 persen di 2020 dari 1,6 persen di 2019, sebagian karena berlanjutnya pelemahan di bidang manufaktur, menurut laporan itu.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id