Cemaskan Dampak Virus Korona, Wall Street Tumbang

    Antara - 21 Februari 2020 07:12 WIB
    Cemaskan Dampak Virus Korona, Wall Street Tumbang
    Ilustrasi. FOTO: STAN HONDA/AFP
    New York: Wall Street jatuh pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), dipimpin oleh penurunan saham-saham teknologi kelas berat. Kondisi itu terjadi setelah laporan kasus virus korona baru di Tiongkok dan negara-negara lain meningkatkan kekhawatiran tentang penyebaran dan dampaknya terhadap ekonomi global.

    Mengutip Antara, Jumat, 21 Februari 2020, indeks Dow Jones Industrial Average turun 128,05 poin atau 0,44 persen, menjadi ditutup di 29.219,98 poin. Indeks S&P 500 turun 12,92 poin atau 0,38 persen, menjadi berakhir di 3.373,23 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup turun 66,21 poin atau 0,67 persen, menjadi 9.750,96 poin.

    Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih rendah, dengan teknologi turun 1,01 persen, memimpin kerugian sektoral. Saham raksasa teknologi AS, kelompok FAANG dari Facebook, Apple, Amazon, Netflix, hingga induk perusahaan Google, Alphabet, semuanya mundur.

    Investor terkejut oleh penurunan tajam pagi yang membuat S&P 500 turun lebih dari satu persen pada hari itu, dengan beberapa pedagang menghubungkan ke laporan Global Times bahwa rumah sakit pusat Beijing telah melaporkan 36 kasus baru. Ini meningkatkan kekhawatiran tentang potensi peningkatan infeksi di ibu kota Tiongkok.

    Investor sudah gelisah setelah Jepang melaporkan dua kematian baru dan Korea Selatan melaporkan peningkatan infeksi baru. Penelitian menunjukkan virus itu menyebar lebih cepat daripada yang diperkirakan sebelumnya.

    "Pertanyaan yang mendasari adalah ketidakpastian mengenai virus korona dan apakah itu akan menyebar lebih lanjut dan berdampak pada kegiatan ekonomi global sebelum semuanya stabil dan akhirnya menjadi lebih baik," kata Direktur Eksekutif dan CIO RDM Financial Group Michael Sheldon, di Hightower di Westport, Connecticut.

    Dia mengatakan tampaknya investor mengambil untung dalam beberapa saham teknologi tinggi dan membeli saham kelompok lain, termasuk yang berkapitalisasi kecil. Indeks Russell 2000 berakhir naik 0,2 persen pada Kamis waktu setempat.

    Pelonggaran kebijakan baru-baru ini oleh Tiongkok, musim laporan laba kuartal keempat yang jauh lebih baik dari perkiraan dan berharap bahwa sentakan ekonomi dari virus korona akan berumur pendek telah mendorong indeks utama Wall Street ke ketinggian baru dalam beberapa pekan terakhir.

    "Menurut saya, apa yang terjadi adalah pasar menjadi baik. Masalah virus korona belum berakhir," kata Ahli Strategi Pasar Senior SlateStone Wealth LLC Ken Polcari, di Jupiter, Florida. Volume transaksi di bursa saham AS mencapai 8,36 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 7,63 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.
     



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id